• Tanah Longsor Isolasi Desa Bingkeng

    0

    Cilacap, jurnalsumatra.com – Bencana tanah longsor dilaporkan mengisolasi Desa Bingkeng, di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat Tri Komara Sidhy.
    “Berdasarkan laporan yang kami terima, tanah longsor itu terjadi di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, pada hari Jumat (1/7), sekitar pukul 20.30 WIB, saat terjadi hujan lebat di wilayah tersebut,” katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu.
    Meskipun bukan di wilayah pemukiman, dia mengatakan tanah longsor itu menimpa jalan penghubung Desa Dayeuhluhur dengan Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
    Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan warga Desa Bingkeng terisolasi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat itu,” katanya.
    “Hari ini, kami akan mengerahkan warga untuk bekerja bakti menyingkirkan material longsoran menutup akses jalan penghubung Desa Dayeuhluhur dengan Desa Bingkeng,” katanya.
    Selain tanah longsor, kata dia, hujan lebat yang terjadi pada Jumat (1/7) malam mengakibatkan Sungai Cilapa meluap sehingga menggenangi beberapa rumah di Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja.
    Kendati demikian, dia mengatakan genangan air tersebut akan segera surut saat cuaca cerah.
    Sementara di Kabupaten Banjarnegara dilaporkan adanya seorang warga yang hanyut di Sungai Mrawu, Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, pada Jumat (1/7) sore.
    “Berdasarkan informasi yang kami terima dari salah seorang anggota RAPI (Radio Antar-Penduduk Indonesia) Banjarnegara, Slamet Santoso pada pukul 23.00 WIB, peristiwa tersebut dialami Marni (45), warga Desa Kalilunjar RT 01 RW 01,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) Banjarnegara Andri Sulistyo melalui saluran telepon.
    Menurut dia, korban yang mengalami gangguan jiwa diketahui keluar dari rumahnya pada hari Jumat (1/7), sekitar pukul 14.00 WIB.
    Selang satu jam kemudian, kata dia, ada warga yang melihat korban sedang mondar-mandir di tepi Sungai Mrawu.
    Akan tetapi sekitar pukul 17.00 WIB, lanjut dia, seorang pemancing melihat adanya orang yang hanyut di Sungai Mrawu sehingga hal itu segera dilaporkan ke perangkat desa setempat yang ditindaklanjuti dengan pencarian yang melibatkan tim “search and rescue” (SAR) dan RAPI Banjarnegara.
    “Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari Sabtu (2/7), sekitar pukul 06.00 WIB, di Desa Kendaga, Kecamatan Banjarmangu, atau 2 kilometer dari lokasi kejadian,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com