• Tana Toraja ajukan revitalisasi delapan pasar

    0

    Makale, Sulsel, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, mengajukan tujuh pasar rakyat perdesaan dan satu pasar rakyat modern direvitalisasi, sejalan dengan program pemerintah pusat untuk merevitalisasi dan membangun 5.000 pasar rakyat hingga tahun 2019.

    “Kami sudah mengajukan cukup banyak, ada tujuh pasar rakyat perdesaan dan satu pasar rakyat modern ke Kementerian Perdagangan. Namun, masih belum disetujui,” kata Bupati Tana Toraja Nico Biringkanae di Kota Makale, Jumat (15/7).

    Nico mengatakan, sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo, diharapkan pemerintah pusat bisa segera melakukan revitalisasi pasar rakyat khususnya untuk wilayah perdesaan agar memberikan nilai tambah bagi produk-produk daerah.

    Jumlah pasar di Kabupaten Tana Toraja meliputi 17 pasar rakyat pedesaan dan sembilan pasar modern. Meskipun keseluruhan pasar-pasar tersebut sudah berusia lebih dari 10 tahun dan membutuhkan revitalisasi, namun hanya delapan pasar yang diajukan untuk revitalisasi ke Kementerian Perdagangan.

    Pasar yang diajukan untuk direvitalisasi adalah Pasar Makale, Pasar Sangalla, Pasar Salubarani, Pasar Bituang, Pasar Ulusalu, Pasar Rembon, Pasar Pondingao dan Pasar Buah Kayu.

    “Saya kira revitalisasi itu untuk semua pasar, akan tetapi kami menggunakan pendekatan prioritas. Dari total 26 pasar rakyat tersebut, sebanyak delapan yang kami ajukan ke Kementerian Perdagangan,” kata Nico.

    Nico menjelaskan, biaya yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar rakyat pedesaan kurang lebih berkisar dari Rp3 hingga Rp7 miliar, sementara untuk pasar modern diperlukan biaya yang jauh lebih tinggi yakni Rp30 miliar.

    Menurut Nico, jika pemerintah menyetujui untuk melakukan revitalisasi pasar rakyat tersebut, maka akan dibangun sesuai dengan budaya lokal. Dengan diangkatnya budaya lokal tersebut, maka para pedagang dan pembeli yang berada di pasar tersebut masih akan tetap nyaman dengan kondisi pasar yang jauh lebih baik.

    “Pasar di Tana Toraja itu harus dibangun dengan pendekatan budaya lokal, jangan dipaksakan masyarakat untuk menjadi modern. Kita harus mengantar secara perlahan,” kata Nico.

    Menurut Nico, pasar yang membutuhkan revitalisasi dengan sentuhan modern adalah Pasar Sentral Makale, Kota Makale. Pasar tersebut memerlukan revitalisasi dengan sentuhan modern karena peningkatan jumlah pedagang yang sangat tinggi sehingga tidak lagi tertampung bangunan pasar.

    Antara melaporkan, Pasar Sentral Makale sudah penuh dengan pedagang, dan bahkan banyak di antaranya berjualan di luar pasar. Pengaturan zonasi untuk produk yang dijual juga diperlukan bagi para pedagang yang bisa memudahkan para pembeli untuk berjualan.

    “Di Kota Makale ini, pedagang pasar sudah meluap sampai di luar bangunan pasar. Kami akan berupaya untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk pendanaan revitalisasi,” kata Nico.

    Pada tahun 2015 pemerintah menargetkan untuk melakukan revitalisasi pasar rakyat sebanyak 1.017 pasar, yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Perdagangan. Dari target pembangunan pasar sebanyak 1.017 unit tersebut, terdiri atas 182 pasar dibangun melalui dana TP dan 770 pasar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

    Target ini terealisasi sebanyak 1.002 pasar, 175 unit dibangun melalui Dana TP Kemendag, 762 unit melalui DAK, dan sebanyak 65 unit dari Kementerian Koperasi dan UKM.

    Sementara pada 2016, Kemendag menargetkan pembangunan pasar sebanyak 1.000 unit terdiri atas 220 pasar melalui dana TP dan 695 pasar melalui DAK. Kementerian Koperasi dan UKM juga menargetkan membangun sebanyak 85 pasar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com