• SPDN Seruyan Kesulitan Jual BBM

    0

    Kuala Pembuang, Kalteng ,jurnalsumatra.com- Solar Packed Dialer Nelayan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah kesulitan menjual bahan bakar minyak, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan setempat Priyo Widagdo, Jumat.
    “Hal itu disebabkan karena nelayan kita kurang berminat membeli bahan bakar minyak (BBM) dari Solar Packed Dialer Nelayan (SPDN),” katanya di Kuala Pembuang.
    Nelayan di pesisir “Bumi Gawi Hatantiring” lebih memilih membeli BBM dari pihak lain karena harga jualnya lebih murah, meskipun SPDN menjual BBM jenis solar dengan harga subsidi yakni Rp5.150/liter.
    “Nelayan kita memilih untuk membeli di luar karena harga yang lebih murah sehingga BBM yang ada di SPDN tidak terjual 100 persen,” katanya.
    Untuk memenuhi kebutuhan BBM saat melaut, nelayan Seruyan sebagian besar membeli BBM dengan harga lebih murah dari kapal luar daerah yakni kapal cumi yang datang ke wilayah perairan Seruyan.
    “Karena harga BBM lebih murah, jadi nelayan Seruyan membeli BBM ke kapal cumi,” katanya.
    Sesuai dengan aturan, apabila SPDN Seruyan tidak dapat menjual BBM sesuai dengan target yang ditentukan yakni kuota 60 kiloliter atau 60 ribu liter sebulan maka SPDN bakal terkena sanksi pengurangan kuota dari Pertamina.
    Sanksi lainnya, pihak SPDN juga diwajibkan untuk membeli BBM dengan harga industri dan menjualnya dengan harga subsidi.
    Menurutnya, salah satu solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat peraturan atau payung hukum yang memperbolehkan SPDN untuk menjual BBM kepada selain nelayan, misalnya kepada petani atau kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
    “Ini yang nanti akan kita bicarakan dengan bupati, karena SPDN ini hanya untuk melayani nelayan, sementara kondisi di lapangan kita tidak dapat hanya mengandalkan pembeli dari nelayan untuk menghabiskan kuota BBM,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com