• Silpa Anggaran Palembang Capai Rp 92Miliar

    0
    Walikota Palembang Terima Forum Sahabat Lama

    Silpa Anggaran Palembang Capai Rp 92Miliar

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) APBD Palembang Tahun 2015 lalu mencapai Rp 92 miliar, tingginya silpa dalam APBD Palembang dipertanyakan oleh DPRD Palembang dalam rapat paripurna dengan agenda tunggal pembacaan pandangan fraksi atas laporan pertanggungjawaban wali kota, Selasa (19/7).

    Dalam pandangan Fraksi PDIP dan Fraksi Golkar, besaran Silpa tersebut dinilai tak lepas dari tingkat penyerapan anggaran yang belum maksimal di masing-masing SKPD. Seharusnya Pemkot Palembang bisa lebih mendorong SKPD untuk meningkatkan PAD di tahun anggaran selanjutnya.

    Hal senada diungkapkan Fraksi Demokrat yang bahkan menegaskan Silpa dengan nilai sebesar itu mestinya tidak perlu ada. “Anggaran Rp92miliar sepatutnya dimanfaatkan lebih untuk kesejahteraan rakyat jika memang tidak terpakai, sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat Palembang,”kata Zainal Abidin selaku pembicara Fraksi Demokrat.

    Juru bicara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nurhilyah besarnya Silpa tahun 2015 ini mencerminkan tidak siapnya Pemkot Palembang dalam menjalankan program kerja. Hal ini mengesankan bahwa penganggaran pemerintahan sangat dipaksakan bernilai besar, padahal penyerapannya belum tentu maksimal. Jelas ini pemborosan.

    Ke depan, pihaknya meminta pos penganggaran Pemkot Palembang harus benar-benar diefisienkan. Dia mengimbau jangan sampai ada lagi kesan anggaran yang dibuat-buat agar pos anggaran keluar sebagai laporan akhir.

    “Jika memang ada kelemahan unit kerja seharusnya menjadi bahan evaluasi Wali Kota untuk meningkatkan profesional dalam perencanaan yang disesuaikan dengan manajemen waktu,”ujar Anggota Komisi II ini.

    Menanggapi hal ini, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, Silpa yang dimaksudkan kalangan dewan tersebut termasuk salah kaprah. Justru penyerapan anggaran belanja Pemkot Palembang tahun 2015 sebesar 91% dari APBD Rp3,1 Triliun atau tercatat sebesa Rp2,87 Triliun.

    Dijelaskannya, Silpa sebesar Rp92Miliar diketahui dari kas 39 Puskesmas dan RSUD Bari yang memang tidak terpakai. Sebab, baru-baru ini layanan kesehatan Palembang sudah berkembang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang berarti masalah kasnya dikelola sendiri.

    Lalu ada pula tunjangan profesi guru yang belum dibayarkan lantaran SK dan persyaratan penerima belum lengkap sehingga belum dapat dibayarkan. “Dewan menganggapnya kegiatan yang tidak terserap,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com