• Sebagian Petahana Lupa Diri

    0

    Larantuka, Flores, jurnalsumatra.com – Pengamat politik Dr Ahmad Atang mengatakan sebagian petahana kesulitan mendapatkan kendaraan politik untuk bertarung kembali dalam arena Pilkada 2017, karena lupa diri selama lima tahun berkuasa.
    “Mereka lupa menjaga dan membangun relasi politik yang baik dengan parpol pengusungnya, lupa dengan para pendukungnya sehingga ditinggalkan oleh parpol,” kata pembantu Rektor I dari Universitas Muhammadiyah Kupang itu kepada Antara di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur di Pulau Flores, Senin.
    Ia mengemukakan pandangannya tersebut ketika ditanya soal kesulitan Bupati Flores Timur petahana Yosep Lagadoni Herin dan Bupati Lembata petahana Eliaser Yentji Sunur masih kesulitan mendapatkan kendaraan politik untuk bertarung kembali dalam arena Pilkada serentak Jilid II pada Februari 2017.
    Pada Pilkada serentak 2017, ada tiga kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur yang akan menyelenggarakan Pilkada, yakni Kabupaten Flores Timur dan Lembata serta Kota Kupang.
    Ahmad Atang melihat ada tiga faktor yang menjadi penyebab para patahana mengalami kesulitan mendapat dukungan dari partai politik untuk bertarung kembali dalam pilkada serentak 2017.
    Pertama, selama lima tahun berkuasa, patahana tidak menjaga dan membangun relasi politik yang baik dengan partai pengusung serta para pendukung dan simpatisan pada lima tahun lalu, sehingga ditinggalkan oleh partai politik.
    Secara politik, kata dia, patahana mestinya memiliki lebih besar peluang untuk diakomodir oleh partai karena memiliki sumberdaya kekuasaan yang cukup untuk mempengaruhi peta politik lokal.
    Namun, yang terjadi di Flores Timur dan Lembata justru sebaliknya, karena petahana lupa diri dengan parpol yang mengusungnya pada lima tahun lalu, sehingga ditinggalkan oleh parpol bersangkutan.
    “Ini memang fenomena menarik untuk dianalisis,” kata Ahmad Atang dan menambahkan Bupati Flores Timur petahana dan Bupati Lembata petahana, pada lima tahun lalu diusung oleh PDI Perjuangan, sedang Wali Kota Kupang petahana Jonas Salean melalui jalur perseorangan.
    Dalam perjalanan Jonas Salean melakukan manuver akhirnya terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Kupang, sehingga lebih leluasa melangkah ke ajang Pilkada 2017 mendatang.
    Ia menambahkan kondisi politik yang muram tersebut membuat patahana harus membangun negosiasi dengan parpol yang baru untuk kembali bertarung, namun bukan suatu hal yang mudah untuk digapai, karena kekuasaan yang digenggamnya ternyata tidak cukup kuat untuk mempengaruhi kekuatan parpol yang ada.
    Faktor kedua adalah selama lima tahun menjabat patahana minim prestasi, tidak ada progres yang bisa ditonjolkan secara monumental, dan apa yang dikerjakan masih dalam batas standar bahkan cenderung stagnan, sehingga tidak lagi dilirik oleh parpol.
    “Fenomena ini menjadi ukuran dan bahan evaluasi bagi parpol soal kinerja patahana. Dukungan yang diberikan oleh parpol harus berbanding lurus dengan apa yang dicapai sehingga secara politik parpol diuntungkan dengan mendukung patahana,” katanya.
    Ketiga, selama lima tahun menjabat, justru yang terjadi adalah konflik yang dibangun bukan keharmonisan dalam membangun daerah, baik konflik antara bupati dan wakil bupati patahana, konflik dengan mitra pemerintah daerah serta dengan kekuatan sosial (civil society).
    “Fenomena ini justru menutup peluang dukungan dari parpol karena ke depan secara politik akan merugikan parpol itu sendiri, sehingga parpol memilih untuk tidak mengambil risiko,” katanya.
    Dia mengatakan, fenomena pertama dan kedua tersebut di atas, jika partai harus memberikan dukungan terhadap patahana, sama artinya dengan partai melanggengkan stagnasi pembangunan maupun melegalkan konflik dalam masyarakat.
    Atas dasar itu, parpol lebih memilih meninggalkan petahana dan mencari figur baru, sehingga fenomena petahana kesulitan mendapatkan kendaraan politik untuk kembali bertarung dalam arena pilkada 2017, bukanlah sesuatu yang mudah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com