• Saksi ceritakan peristiwa Nice

    0

    Nice, jurnalsumatra.com – Suka cita kerumunan orang yang sedang menyaksikan kembang api saat acara Bastille Day berubah menjadi kacau ketika truk dengan kecepatan tinggi bergerak ke arah mereka di Nice

    Robert Holloway, koresponden kantor berita Agence France-Presse (AFP) yang berada di lokasi Promenade des Anglais menuturkan ia harus menutupi wajahnya dari puing-puing yan beterbangan saat truk melaju di dekat pantai dan menabrak orang-orang.

    “Benar-benar kacau,” kata Holloway, seperti dikutip AFP, Jumat.

    Ribuan orang dewasa dan anak-anak menjerit dan berlarian saat truk menuju arah mereka.

    Holloway mengaku ia berjarak sekitar 100 meter dari truk saat itu.

    Ia berpendapat truk sangat besar melaju ke tempat orang berjalan kaki lalu berjalan lurus terlihat seperti tindakan yang disengaja.

    Beberapa orang yang berada di lokasi mengaku mendengar bunyi tembakan, namun, hal ini belum dikonfirmasi oleh petugas berwenang.

    Polisi memeriksa truk yang kaca bagian depannya terdapat beberapa lubang seukuran peluru.

    Saksi Roy Calley, yang berada 200 meter dari lokasi mengatakan situasi waktu itu cukup menghebohkan.

    “Saat itu suasana perayaan, menyenangkan. Lalu, tiba-tiba saya dengar bunyi yang mungkin ledakan atau tabrakan yang sangat besar. Orang-orang berteriak. Lalu saya kira ada bunyi yang mungkin tembakan,” kata dia.

    Warga Australia Emily Watkins mengatakan ia berjarak sekitar 50 meter dari kecelakaan dan melihat truk itu, tapi, tidak menyadari apa yang terjadi.

    “Bingung. Saya tidak sadar melihat truk bergerak,” kata dia.

    Ia mengaku mendengar teriakan dan orang-orang berlarian tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

    Saat itu, ia mendengar sesuatu yang ia kira kembang api.

    “Orang-orang tersandung, mencoba masuk lobi hotel, restoran, parkir atau mana saja supaya menjauh dari jalan.”

    Pasangannya David Cody, produser di ABC, menyatakan hal yang serupa, orang-orang berusaha berlindung dan tidak jelas apa yang terjadi.

    “Setiap bunyi ‘dor’ yang kami dengar, orang-orang lari lebih cepat, tersandung, kacau sekali,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com