• Puncak Peningkatan Volume Sampah Bukittinggi H-1 Lebaran

    0

        Bukittinggi, jurnalsumatra.com – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bukittinggi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat puncak peningkatan volume sampah di daerah tersebut terjadi saat malam takbiran atau H-1 Idul Fitri 1437 Hijriah.
    Kepala DKP Kota Bukittinggi Supadria di Bukittinggi, Jumat, mengatakan volume sampah saat itu mencapai 213,3 ton atau dua kali lipat dibanding hari biasa yang berkisar 110-113 ton.
    “Karena peningkatan volume sampah tersebut, para petugas juga harus bekerja ekstra hingga dini hari,” ujarnya.
    Supadria menyebutkan peningkatan jumlah sampah tersebut terutama terjadi di lokasi wisata seperti Jam Gadang karena pemerintah memusatkan kegiatan malam takbiran di tempat itu, kawasan pasar yang juga mengalami peningkatan aktivitas serta ditambah kebiasaan masyarakat yang sering bersih-bersih rumah untuk menyambut lebaran.
    Untuk mengatasi peningkatan volume sampah tersebut, lanjutnya, pengangkutan sampah ke TPA Regional Payakumbuh oleh satu unit truk sampah dilakukan hingga sebanyak empat kali dalam satu hari.

        “Biasanya, satu truk hanya mengangkut sampah sebanyak dua kali dalam satu hari. Armada yang tersedia berjumlah 16 unit. Bila biasanya melakukan pengangkutan sampah sebanyak 32 kali dalam sehari, maka saat malam takbiran dilakukan hingga 56 kali,” jelasnya.
    Usai pelaksanaan malam takbiran tersebut, para petugas kebersihan yang biasa mengangkut sampah pukul 6.00 dan 18.00 WIB, bekerja kembali hingga sekitar pukul 03.00 WIB.
    “Saat ini kami memang kekurangan petugas dan truk pengangkut. Idealnya Bukittinggi punya 20 unit truk dan lima petugas untuk setiap truk tersebut, saat ini hanya ada dua atau tiga petugas di satu truk,” tambahnya.
    Volume sampah di daerah itu sudah mulai normal kembali sejak Senin(11/7).
    Ia mengharapkan masyarakat dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan dengan menerapkan reduce (mengurangi), recycle (mendaur ulang) dan reuse (memakai kembali) atau 3R dalam pengelolaan sampah.
    “Kami rutin memberikan sosialisasi pada masyarakat melalui kelompok dasawisma mengenai 3R tersebut dan diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan sampah menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com