• Produktivitas Pertanian Diprediksi Meningkat

    0
    Tidak Semua Proses Perizinan Waktunya Bisa di Pangkas 50%

    Produktivitas Pertanian Diprediksi Meningkat

    Palembang, Jurnalsumatra.com – Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) kota palembang terus mensuport  Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)dalam meningkatan produktivitas padi lPada termin kedua di tahun 2016, DP2K sudah berhasil melakun panan di Sematang Borang  dan kini di periode ke dua pada bulan April- September kembali memasuki masa tanam padi di Kelurahan Pulokerto.

    Dalam hal ini, Pemerintah terus berupaya membantu Gapoktan serta melakukan pendekatan kepada petani dengan mendengarkan aspirasi mereka dan masukan guna memajukan tanam padi lebak. Dengan luas lahan 1.200 Hektar di Pulokerto, Pemkot Palembang optimis bisa menjadi kota penghasil beras dan memajukan petani agar tetap semangat dalam menggarap lahan sawah yang ada disini.

    “Saya optimis jika petani yang ada di kota Palembang ini, khususnya Kelurahan Pulokerto bisa maju dengan adanya bantuan dan penyuluhan dari Dinas Pertanian agar mendapatkan pelajaran mengenai cara bertani yang benar. Jika kendala sistem pertanian tadah hujan seperti ini dengan mengharapakan perairan dari musim penghujan saja, maka sistem produksinya akan sampai dua kali panan,”jelas Harnojoyo usai melakukan tanam padi di Kelurahan Pulokerto, Jumat (15/7/2016).

    Ditambahkan Walikota Palembang, disini sungai sangat dekat, nah masalah yang dihadipi petani saat memasuki musim kering adalah masalah pengairan. Maka dari itu Dinas Pertanian harus menjadikan prioritas untuk mengatasi masalah ini, tentunya semua ini harus dilakukan dengan kerja keras.

    “Ya, kuncinya dengan mendengarkan semua keluhan dari mereka, jika semua telah dilakukan dengan cara jemput bola saya yakin Palembang menjadi salah satu kota penghasil lumbung Padi di Sumatera Selatan,”jelas Walikota Palembang.

    Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Ir. Harrey Hadi, MS bahwa  sisa lahan yang baru dilakukan penanaman padi di lahan 30 Hektar ini menggunakan sistem tanam jajar legowo, yaitu dengan sistem mengatur jarak antara benih pada saat penanaman dengan membuat lorong yang luas serta memanjang seperti barisan tanaman.

    “Salah satu keuntungannya yaitu, membuat sirkulasi udara lebih lancer dan optimal, sehingga mengurangi resiko penyakit akibat jamur dan bakteri. Selain itu juga mengendalikan hama tikus serta meningkatkan produktivitas pertanian tentunya,”jelas Herry.

    Sementara itu untuk mendukung pencapaian target produktivitas, Dinas Pertanian melalui alokasi khusus melaksanakan pembangunan fisik berupa yaitu, membuat Dam Parit sebanyak 10 unit yang tersebar di tiga Kecamatan, Gandus, Kertapati dan Plaju.

    “Kita juga membantu pembuatan sumur Bor Arthesis sebanyak 9 unit yang tersebar di dua Kecamatan Gandus,Kertapati. Tidak lupa pembangunan jalan usaha tani sepanjang 5 KM yang terdapat di Kecamatan Kertapati.  Sesuai dengan harapan Walikota kita, agar petani di kota Palembang ini lebih produktivitas dalam menghasilkan padi dengan tiga kali tanam,”tutupnya. (eka)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com