• PLN Bali Antisipasi Pasokan Listrik Saat Lebaran

    0

          Denpasar, jurnalsumatra.com – PT PLN Distribusi Bali melakukan antisipasi kesediaan pasokan dan pelayanan kelistrikan di Pulau Dewata selama masa libur Lebaran 2016.
    “Dimungkinkan terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali pada saat liburan Hari Raya Idul Fitri ke depan. Untuk itu, PLN perlu melakukan berbagai langkah antisipasi,” kata General Manager PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto, di Denpasar, Jumat.
    Dia mengemukakan, kesiapan PLN Bali diantaranya diwujudkan dengan membentuk 44 posko di seluruh Bali dengan 686 personel pelayanan teknis, 13 grup Satuan Reaksi Cepat (SRC), 10 grup  pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB), dan 54 grup Aruna.
    Dari sisi pembangkitan, tambah dia, pasokan listrik Bali saat ini tercatat sebesar 1.300 MW yang disuplai dari PLTD  Gilimanuk, PLTGU Pemaron, PLTDG Pesanggaran, kabel laut Jawa-Bali, dan PLTU Celukan Bawang.
    “Saat ini cadangan pasokan listrik di Bali aman dan mencukupi. Didukung dengan Posko PLN yang tersebar di seluruh Bali masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pelayanan kelistrikan selama libur Idul Fitri,” ujar Sandika.

         Siaga Idul Fitri PLN Bali ini berlangsung dari 2-10 Juli 2016. Meskipun demikian, PLN Bali memprediksi beban puncak selama Idul Fitri mencapai 680 MW atau turun sebesar 15 persen dari beban puncak rata-rata Bali sehubungan dengan arus mudik lebaran.
    “Hari ini kami juga melakukan apel siaga yang bertujuan mengecek kesiapan personel PLN Bali dalam menyediakan pelayanan kelistrikan selama libur Hari Raya Idul Fitri ini,” katanya.
    Bagi pemudik yang melintasi jalur jalan Raya Gilimanuk, PLN juga membuka posko  mudik Idul Fitri 1437 H di Jalan Raya Gilimanuk tepatnya di depan Gereja Agape. Pada posko itu pemudik, selain beristirahat juga dapat mengetahui informasi terkait kelistrikan.
    Masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik diharapkan ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan listrik melalui langkah-langkah cek listrik sebelum meninggalkan rumah.
    “Sebelum meninggalkan rumah, cabut saluran listrik barang elektronik seperti televisi, lemari, AC, kompor listrik dan lainnya. Pastikan lampu yang digunakan masih dalam kondisi baik dan dilengkapi dengan sensor cahaya,” ucap Sandika.
    Sedangkan  bagi pelanggan listrik prabayar, pastikan token listrik telah terisi.
    “Dengan melakukan tiga langkah sederhana tersebut pelanggan telah mencegah terjadinya korsleting, kebakaran, dan tagihan yang membengkak,” ucapnya.
    Informasi kelistrikan selama Idul Fitri juga dapat menghubungi kontak Center PLN 123 atau (kode area) 123.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com