• Penyair Lampung Isbedy Akan Rangkul Seluruh Sastrawan

    0

         Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Penyair asal Lampung Isbedy Stiawan ZS berjanji akan merangkul seluruh sastrawan di daerah tersebut jika Lamban (Rumah) Sastra terwujud.
    “Kegiatan-kegiatan diskusi, ‘workshop’, dan perpustakaan akan dihidupkan. Kawan-kawan sudah merancang untuk pengurus/pengelola. Mereka yang akan mengangendakan kegiatan sastra dan musik,” kata dia, di Bandarlampung, Jumat.
    Ia menjelaskan, Lamban Sastra, seperti juga Dewan Kesenian Lampung, sebagai mitra kerja pemerintah tetap independen. “Hanya di Lamban Sastra lebih fokus pada kemajuan sastra di daerah ini,” kata Isbedy.
    Menurut penyair yang telah menerbitkan sekitar 30 karya sastra itu, merasa terharu dengan respons dan dukungan yang diberikan. Isbedy tak menyangka jika dukunagan itu sangat banyak dan semuanya positif.
    “Saya memang pernah memimpikan ada semacam padepokan. Saya ingin membuka ‘workshop’, perpustakaan sastra, dan lain-lain. Di situ juga ada ruang pertunjukan untuk sastrawan baca puisi atau pertunjukan musik dan juga monolog,” kata dia.
    Ketika kawan-kawan justru mengusulkan rumah sastra di Lampung dan merujuk pada namanya, ia mengaku sungguh bangga sekaligus menerimanya dengan senang hati.
    “Apalagi Pak Wagub Lampung Bachtiar Basri spontan mendukung dan saya disuruh mencari tempat. Saya yakin pak wagub bukan sekadar menyuruh kami mencari tempat, namun siap membantu sampai terwujud,” katanya.

        Menurut Isbedy, kini dirinya dan dibantu kawan-kawan sedang mencari tempat. Nantinya dilaporkan kepada Wagub Lampung untuk disetujui. Dia berharap, kelaknya Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS mendapat hibah dari aset Pemprov Lampung.
    Sebelumnya, Komunitas Gedung Meneng menggagas perlunya dibangun Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS di Provinsi Lampung.
    Lamban, dalam bahasa Lampung berarti rumah, sepatutnya dibangun untuk keberlangsungan dan kemajuan sastra di Lampung ke depannya lebih baik.
    Himawan Ali Imron, anggota DPRD Provinsi Lampung sebagai pencetus awal mengusulkan perlu adanya Musesum Sastra di Lampung.
    “Karena ketokohan Isbedy di kancah sastra yang tak lagi berskala Lampung melainkan nasional, bahkan dunia, perlu disematkan dalam museum sastra tersebut. Hal ini sebagai ikon bahwa sastra Lampung tak bisa lepas dari peran aktif dari Isbedy. Kita juga perlu memberi penghargaan kepadanya yang berjuang mengharumkan nama Lampung di bidang sastra,” ujar Imron, panggilan akrabnya.
    Dukungan lain juga datang dari sastrawan Syaiful Irba Tanpaka. Ia menegaskan, Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS hukumnya adalah wajib. Sementara jurnalis muda Endri Kalian, juga sebagai penggagas awal, menghendaki Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS segera terwujud dan mendapat dukungan pemerintah.
    Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri merespons positif gagasan Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS. Dia  meminta segera carikan tempat yang strategis. “Terus berjuang sampai terwujud,” kata Bachtiar, yang dijelaskan kembali oleh Isbedy.
    Wagub Lampung juga mengakui sepatutnya memberikan penghargaan kepada Isbedy yang telah berjuang di bidang sastra demi mengharumkan Lampung.
    “Kita cenderung kurang menghargai kesuksesan orang, kurang mengapresiasi proses seseorang untuk menjadi. Nah, saatnya kita wujudkan gagasan ini,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com