• Pengusaha Barang Bekas terancam Gulung Tikar

    0

    barang bekasPALEMBANG, jurnalsumatra.com – lesunya perekonomian dalam satu terakhir berdampak langsung terhadap pendapatan para pengusaha jual beli barang bekas, karena pendapatan mereka merosot tajam dibandingkan tahun 2014 lalu.

    Kondisi ini mengancam usaha mereka untuk gulung tikar alias bangkrut karena pendapatan tidak cukup lagi memenuhi kebutuhan oprasional.

    Hari raya lebaran biasanya momentum bagi para pengusaha yang identik dengan barang bekas dan bau untuk meraup keuntungan berlipat ganda, namun kondisi ekonomi yang sedang tidak baik berpengaruh langsung masyarakat yang mengkonsumsi minuman mineral maupun kaleng jadi lebih minim.

    Hadi salah satu pengusaha barang bekas yang berada di jalan Sukatani Kenten Palembang menuturkan, ia berprofesi sebagai pengusaha barang bekas sejak 5 tahun terakhir, namun ujian terberat terjadi pada satu tahun terakhir karena pendapatan yang ia terima terjun bebas.

    “kalau tahun 2014 lalu sehari bisa mendapatkan keuntungan hampir 500 ribu, sedangkan sekarang ini tidak lebih dari rp 100 ribu perhari, ini terjadi karena kondisi ekonomi yang sedang tidak baik,”kata

    hadi,Senin (11/7). dikatakan bapak tiga anak ini, pada tahun 2014 lalu harga barang bekas dihargai cukup tinggi sedangkan sekarang ini terjun bebas, minalnya harga kardus hanya dihargai Rp 1000 perkolgram, dulu harganya mencapai Rp 2000 ribu.

    Selanjutnya, kaleng bekas dulu dihargai Rp 2000 sekarang hanya dihargai Rp 200, kaleng minuman minernal Rp 1000 perkilogram, yang tak kalah mengecekan harga besi bekas hanya Rp 700 rupiah bandingkan pada tahun 2014 lalu mencapai Rp 3000 perkilogram.

    “harga barang bekas sekarang jauh dari kata layak, nilai harga jual ini karena harga pasaran, mau tidak mau kita sebagai penjual harus mengikuti harga pasar yang ada,”ujar dia. Menurut Hadi, bahwa barang bekas yang ia jual hanya meraup keuntungan 10 persen dari harga, jika harga jual semakin kecil maka keuntungan yang ia dapatkan akan kecil, oleh karena itu ia berharap ekonomi semakin baik, jika daya beli meningkat maka akan berdampak langsung dengan pendapatan penjual barang bekas.

    Ditambahkan Hadi, barang yang ia kumpulkan dari para pemulung dikirim langsung ke Jakarta, namun dana trasportasi juga tinggi maka akan berdampak langsung terhadap pendapatan, namun jika kondisi ini tidak berubah maka tidak mau ia akan memilih untuk berbisnis lain.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com