• Pengadaan Ambulans Desa Dukung Pelayanan Kesehatan Masyarakat

    0

         Penajam, jurnalsumatra.com – Program pengadaan 30 unit ambulans yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk setiap desa sangat mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di daerah setempat.
    “Keberadaan ambulans di setiap desa itu dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, ketika akan dibawa ke pusat layanan kesehatan, seperti puskesmas dan RSUD (rumah sakit umum daerah),” kata Camat Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Fahri Rozani Goffar saat ditemui di Penajam, Sabtu.
    Program pengadaan ambulans desa tersebut untuk meningkatkan dan mempermudah pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal jauh dari ibukota kecamatan dan kabupaten.
    Tiga desa di Kecamatan Waru, yakni Desa Bangun Mulya, Api-Api dan Sesulu, lanjut Fahri Rozani, masing-masing mendapatkan satu unit ambulans dan manfaatnya sangat dirasakan oleh warga setempat.
    “Pengadaan ambulans desa itu sangat berguna dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat desa di wilayah Kecamatan Waru,” ujarnya.

         Menurut Fahri, dalam kondisi darurat seperti kecelakaan, melahirkan dan kasus pasien yang harus dirujuk ke puskesmas atau RSUD, tidak lagi mengalami kesulitan dengan keberadaan ambulans desa tersebut.
    Pemanfaatan ambulans desa itu juga sangat optimal karena masyarakat telah mengetahui keberadaan ambulans desa, sehingga warga tidak kesulitan menggunakan fasilitas yang telah disediakan tersebut.
    “Ambulans desa itu disediakan untuk mempercepat pelayanan kesehatan masyarakat terkait transportasi warga yang sakit untuk berobet ke puskesmas terdekat maupun rumah sakit,” jelasnya.
    Sementara untuk pemeliharaan ambulans menjadi tanggung jawab masing-masing kepala desa, karena dana perawatan dan operasional ambulans itu menggunakan alokasi dana desa.
    Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, sebelumnya menegaskan mobil ambulans tersebut harus dipergunakan sesuai peruntukannya, karena sebagai transportasi warga yang sakit ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan.
    “Jangan gunakan ambulans itu untuk kegiatan lain kecuali mendesak, kalau untuk hadiri undangan rapat ada mobil dinas kepala desa yang bisa dipakai,” kata Tohar.
    Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menggunakan anggaran pada APBD 2015 sebesar Rp6,5 miliar untuk pengadaan 30 unit mobil ambulans tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com