• Pemkot Kupang Anggarkan Rp10 Miliar Untuk Jamkesda

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk pembayaran klaim jasa medik kepesertaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) warga di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.
    “Anggaran Rp10 miliar itu untuk klaim pemnbayaran jasa medik di dua rumah sakit rujukan masing-masing SK Lerik dan RSU WZ Johannes Kupang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dr Ari Wijana kepada Antara di Kupang, Jumat.
    Menurut dia, anggaran tersebut sudah tersedia di APBD Kota Kupang 2016 dan akan dicairkan setelah pengajuan klaim pasien di rumah sakit tersebut.
    Selain pada dua rumah sakit itu, klaim juga dapat berasal dari sejumlah layanan kesehatan tingkat pertama di 11 puskesmas di Kota Kupang.
    Untuk kepesertaan Jamkesda di Kota Kupang 2016, Pemerintah Kota Kupang menyediakan alokasi untuk 217.632 jiwa dan akan terus dinamis sesuai dengan hasil verifikasi yang dilakukan petugas dibantu pihak kelurahan.
    Dalam konteks tersebut, diharapkan warga miskin yang terintervensi sejumlah program perlindungan sosial berupa penerima raskin, penerima Kartu Indonesia pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang belum masuk agar bisa mendaftarkan diri sebagai peserta.
    Memang dalam konteks rujukan, pemegang Jamkesda Kota Kupang, hanya berhenti pada dua rumah sakit rujukan tersebut. Namun demikian, dari aspek positifnya, pemegang kartu Jamkesda itu tidak dipungut biaya sepeser pun. “benar-benar gratis tanpa ada pungutan,” katanya.

        Hal tersebut berbeda dengan kepesertaan BPJS Kesehatan yang menuntun setiap peserta membayar sesuai klasifikasi kelas yang dipilih. Selain itu juga terkait rujukan, bisa sampai dimana saja sesuai kebutuhan dan permintaan untuk kepentingan layanan kesehatan yang diinginkan.
    Meskipun demikian warga miskin Kota Kupang yang belum mendapatkan layanan jasa ini agar bisa segera mendaftar untuk menjadi peserta jamkesda, untuk kepentingan pemenuhan layanan kesehatan yang prima.
    Menurut dia, klaim pembayaran jasa medik Pemerintah Kota Kupang untuk dua rumah sakit rujukan pemegang Jamkesda sejak berjalan sangat lancar dengan pagu klami rata-rata berkisar Rp8,7 miliar sampai Rp9 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran warga miskin untuk masuk menjadi peserta jaminan kesehatan daerah itu tinggi.
    “Memang warga sudah sadar bahwa kesehatan itu penting untuk bisa melaksanakan aktivitas lainnya menuju sejahtera,” katanya.
    Dia menyebut untuk klaim jasa medik dua rumah sakit itu pada 2012 silam sebesar Rp8 miliar kemudian 2013 Rp8,5 miliar, 2014 sebanyak Rp9 miliar dan pada tahun 2015 silam berjumlah Rp8,7 miliar.
    Terjadi penurunan klaim di 2014 dan 2015 karena terjadi pengurangan permintaan jasa medik di rumah sakit rujukan. Hal itu juga dipengaruhi oleh jumlah kesepertaan.
    “Ada yang mungkin sudah meninggal, sudah tidak miskin lagi dan sudah berpindah kepesertaan ke BPJS Kesehatan atau kepesertaan lainnya,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang itu.
    Kesehatan, kata dokter umum itu, sangatlah penting karena itu dia berharap warga tetap menjaga pola hidup sehat. “Kita punya banyak cita-cita tetapi jika sakit maka tidak akan berguna,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com