• PEMKAB Terus Awasi Ketat Peredaran Daging Sapi

    0

    Painan, Sumbar, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), terus mengawasi ketat peredaran daging sapi di daerah itu pada Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah.
    Kepala Dinas Peternakan Pesisir Selatan, Nuzirwan di Painan, Senin, mengatakan hal itu guna mengantisipasi agar tidak beredarnya daging sapi oplosan dan gelonggongan yang dapat merusak kesehatan masyarakat bila mengonsumsinya.
    Pengawasan tersebut akan difokuskan pada tempat-tempat pemotongan hewan ternak di seluruh wilayah kabupaten itu hingga hari pemotongan hewan pada Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah.
    “Kami sudah tugaskan petugas peternakan untuk melakukan pengawasan pemotongan hewan tersebut setiap harinya hingga puncak pemotongan pada lebaran nanti. Kami juga mengimbau seluruh petugas peternakan diseluruh kecamatan agar terus memantau pasar dan tempat pemotongan hewan ini di daerah kerja masing-masing, ” jelasnya.
    Selain memantau layak atau tidaknya daging dikonsumsi, pengawasan itu juga bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak persediaan sapi potong dan kesanggupan peternak di kabupaten itu dalam memenuhi kebutuhan pasar serta pantauan harga daging pada Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah.
    Ia memperkirakan, persediaan sapi potong di daerah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal pada Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah.
    Saat ini persediaan sapi potong di kabupaten itu tercatat sekitar 22 hingga 24 ribu ekor dari jumlah keseluruhan sekitar 85 ribu ekor, tersebar di 15 kecamatan yang ada.
    Produksi daging sapi dari kabupaten itu mencapai 7 ribu ton per tahun. Selain konsumsi lokal, daging sapi asal Pesisir Selatan juga dipasok ke daerah lain di Sumbar.
    “Persediaan sapi potong kami diperkirakan masih cukup untuk mengisi permintaan dalam memenuhi kebutuhan pasar pada Lebaran Idul Fitri 1436 Hijriyah, baik lokal maupun luar kabupaten di Sumbar, ” ungkapnya.
    Seperti biasa, permintaan sapi potong untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri yakni sekitar 9 ribu hingga 10 ribu ekor dan Idul Adha sekitar 10 ribu hingga 11 ribu ekor. Sedangkan perdagangan sapi di kabupaten itu, baik dalam atau ke luar daerah, sekitar 16 ribu ekor per tahun.
    Musni (43) seorang ibu rumahtangga mengatakan, selain layak konsumsi, ia berharap harag daging sapi di daerah itu tidak terjadi kenaikan dari semula. Karena seperti sebelumnya, harga daging sapi cenderung melambung ke harga paling tinggi pada setiap akan memasuki Lebaran Idul Fitri.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com