• Pemerintah NTT Bangun Menara Pemantau Di Lasiana

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sedang membangun satu unit menara pemantau di lokasi obyek wisata Pantai Lasiana, Kota Kupang, untuk memudahkan petugas penjaga pantai memantau segala situasi keamanan para pengunjung selama berada ditempat tersebut.
    “Pemerintah NTT sudah mulai membangun satu unit menara pemantau di lokasi wisata Pantai Lasiana, sehingga akan memudahkan petugas penjaga pantai mengetahui adanya kejadian yang dialami pengunjung terutama wisatawan lokal yang mandi di tepi pantai Lasiana,” kata staf dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yonas Koli ketika ditemui Antara di Pantai Lasiana, Jumat.
    Selama ini penjaga pantai di obyek wisata terbesar di Kota Kupang, itu hanya melakukan pemantauan terhadap aktivitas pengunjung dengan mengelilingi lokasi wisata dengan berjalan kaki sepanjang bibir pantai Lasiana.
    Diakuinya, selama liburan dan Hari Raya Idulfitri 1403 H jumlah kunjungan wisatawan ke lokasi wisata Pantai Lasiana menembus 6.000 orang pengunjung.
    Sehingga sangat menyulitkan bagi petugas penjaga pantai untuk memberikan informasi peringatan dini untuk menghindari kejadian seperti dialami Hani Soejadi (12), warga Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, tewas terseret gelombang laut ketika sedang berenang di pantai Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Kamis sekitar pukul 12.00 WITA.

        “Petugas baru mengetahui kejadian itu setelah 15 menit korban menghilang, apalagi lokasi korban tenggelam termasuk lokasi yang dilarang untuk dikunjungi wisatawan, tetapi karena tidak dengar imbauan petugas sehingga terjadi seperti itu,”tegasnya.
    Menurut Yonas Koli, penjaga pantai di Lasiana selalu memberikan imbauan secara lisan kepada para pengunjung yang ditemui ketika melakukan pemantauan agar berhati-hati selama berenang di pantai.
    Pihaknya berharap dibangunnya menara bagi penjaga pantai itu dilengkapi alat pengeras suara yang sangat mendesak dibutuhkan di lokasi obyek wisata pantai Lasiana.
    Dikatakannya, alat pengeras suara sangat ideal digunakan di obyek wisata Pantai Lasiana yang memiliki luas 3,4 hektare tersebut karena peringatan yang disampaikan petugas bisa didengar bersamaan oleh semua pengunjung.
    “Kalau petugas mendatangi semua kelompok pengunjung yang datang sangat susah, sehingga sangat dibutuhkan alat pengeras suara, sehingga ketika petugas penjaga pantai memberikan peringatan dini terhadap para pengunjung maka dapat didengar semua pengunjung yang ada dalam kawasan Pantai Lasiana,” ujar Yonas.
    Selain itu juga, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyiagakan empat orang petugas khusus yang sudah dilatih secara khusus oleh TNI AL tentang penyelamatan dan upaya penyelamatan korban tenggelam.
    Empat orang petugas yang telah diikutsertakan dalam pelatihan oleh TNI AL, selalu siaga di pantai Lasiana untuk mengantisipasi apabila terjadi kasus luar biasa yang dialami pengunjung.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com