• Pemerintah diharap hidupkan wisata Toraja

    0

    Makale, Sulawesi Selatan, jurnalsumatra.com – Pemerintah diharapkan bisa menghidupkan industri pariwisata di Toraja, dikarenakan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

    “Kami harapkan kebijakan pemerintah pusat untuk menghadirkan kembali industri pariwisata di Tana Toraja, kami pernah menjadi nomor dua terbaik setelah Bali,” kata Bupati Tana Toraja, Nico Biringkanae, kepada Antara di Kota Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (15/7).

    Nico mengatakan, beberapa permasalahan terkait pengembangan industri wisata di Toraja tersebut antara lain adalah persiapan sosial masyarakat dalam menerima Toraja sebagai daerah wisata, perlu adanya desain untuk menghadirkan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri dan keterukuran dan kepastian waktu untuk berkunjung ke Toraja.

    “Yang penting, waktu bagi para turis adalah keterukuran dan kepastian. Akan tetapi bila ingin ke Toraja, tidak bisa, karena perjalanan membutuhkan satu hari. Itu cukup panjang. Oleh karena itu, sarana penerbangan berupa bandara itu jangan dibangun setengah-setengah,” kata Nico.

    Nico menambahkan, sesungguhnya pemerintah pusat telah membangun Bandara Buntu Kuni, Mengekendek, dengan biaya kurang lebih Rp254 miliar. Namun, saat ini bandara tersebut masih membutuhkan penyelesaian tahap akhir supaya bisa dipergunakan.

    “Tinggal sentuhan sedikit, pesawat bisa mendarat. Sudah semua, pemerataan tanah, pembebasan lahan, tinggal bangunan untuk pendaratan. Tapi masih belum selesai, itu menjadi tantangan bagi saya untuk melanjutkan pembangunan bandara tersebut. Saya harus menyambung apa yang sudah dilakukan pemerintah lalu. Diharapkan bandara tersebut bisa beroperasi pada 2018,” kata Nico yang baru menjabat selama empat bulan tersebut.

    Menurut Nico, para wisatawan yang datang ke Toraja tersebut diperkirakan paling lama selama lima hari dengan rata-rata tiga hari tinggal. Namun, apabila dua hari dihabiskan dalam perjalanan, maka hal tersebut menjadi hambatan tersendiri.

    “Kami dapatkan informasi, bahkan turis-turis itu tidak mau kembali ke Toraja. Kami sudah sepakat dengan Bupati Toraja Utara, ketika berbicara wisata dan akses pembangunan, kami tidak lagi berbicara kabupaten masing-masing, akan tetapi Toraja secara keseluruhan,” kata Nico.

    Beberapa tujuan wisata yang ada di wilayah Toraja antara lain adalah Negeri di Atas Awan Kampung Lolai Toraja Utara dimana pengunjung bisa menikmati pemandangan wilayah Toraja dari dataran tinggi. Pada objek wisata tersebut, dilengkapi dengan Tongkonan atau rumah adat Toraja dan tenda yang bisa disewa oleh para pengunjung.

    Selain itu, terdapat juga wilayah Batutumonga yang terletak di lereng Gunung Sesean, Kecamatan Sesean Suloara. Salah satu objek wisata yang dapat dikunjungi adalah Loko Mata yang merupakan batu besar setinggi lebih dari 15 meter yang dipahat dan dipergunakan sebagai kubur batu.

    Objek wisata lainnya adalah Komplek Megalit Kalimbuang Bori yang terletak di Kecematan Sesean, Kabupaten Toraja Utara. Objek tersebut merupakan tempat upacara pemakaman adat dilengkapi dengan menhir yang berusia hingga ratusan tahun dan didirikan untuk menghormati pemuka adat atau keluarga bangsawan yang meninggal.

    Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah menyempatkan diri untuk berkunjung ke Toraja. Pada saat itu, SBY mengunjungi objek wisata Londa yang merupakan kompleks makam unik berada di tebing yang cukup tinggi dimana peti-peti jenazah diletakkan bertumpuk di dalam goa.

    Bahkan, SBY meminta obyek wisata Londa tersebut untuk didaftarkan sebagai warisan budaya sejarah dunia ke UNESCO.

    Keunikan Toraja sebagai pilihan daerah wisata baik untuk wisatawan asing dan dalam negeri tersebut, saat ini masih belum didukung dengan infrastruktur yang memadai seperti bandara. Bandara terdekat adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang berjarak kurang lebih 320 kilometer sehingga pelancong membutuhkan waktu kurang lebih 8-9 jam perjalanan darat.

    Selain itu akses jalan yang terbilang sempit dan rusak di beberapa titik dalam perjalanan dari Makassar ke Tana Toraja dan Toraja Utara yang membuat perjalanan ke lokasi-lokasi wisata tersebut kurang nyaman dan membutuhkan waktu yang cukup lama.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com