• Pembangunan Pasar Inpres III Padang Dimulai

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Pembangunan Pasar Inpres Blok III di kawasan Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, dimulai setelah para pedagang dipindahkan ke tempat sementara.
    Rabu menjelang tengah malam pembangunan dimulai dengan pemancangan tiang pertama dan pemagaran beberapa jam setelah para pedagang selesai memindahkan barang-barangnya, kata Kepala Dinas Pasar Padang Endrizal di Padang, Kamis.
    Endrizal bersyukur dan menyampaikan rasa hormat pada semua pedagang dalam mendukung pembangunan Pasar Inpres Blok III sehingga tidak ada pertikaian.
    “Dukungan dari pedagang tentu tidak terlepas dari hubungan baik dan komunikasi insentif dengan pedagang, sehingga menghasilkan kesepakatan baik,” katanya.
    Pembangunan pasar tersebut, katanya, akan dilakukan dengan transparan dan melibatkan semua unsur terkait, baik dinas maupun persatuan pedagang itu sendiri.
    Ia berharap pembangunan Blok III dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat khususnya pedagang untuk mendapatkan tempat berjualan yang representatif.
    Selain itu, ia meminta pedagang dapat bersabar menggunakan tempat seadanya hingga pembangunan selesai, termasuk lokasi berjualan yang semakin sempit akibat pemagaran untuk pembangunan tersebut.

         Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Padang, Amaik mengatakan, secara umum para pedagang berharap pembangunan blok III dapat diselesaikan secepatnya.
    “Termasuk dalam pemagaran, tentu ada kelonggaran bagi pedagang untuk berjualan serta meminimalisir batas pemagaran,” ujarnya.
    Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim meminta pihak-pihak terkait termasuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memaksimalkan pembangunan Pasar Inpres III tersebut.
    “Ini terkait dengan pembenahan Pasar Raya Padang secara berkelanjutan,” ujarnya.
    Ia menegaskan DPU setempat harus serius terkait hal itu agar tidak terulang kejadian serupa dengan pembangunan Pasar Inpres lain terdahulu.
    “Jangan sampai tidak siap, terjadi keterlambatan atau tidak terakomodasikannya para pedagang,” tegasnya.
    Menurutnya, hal itu perlu menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan banyak pedagang dan jika terjadi kerugian akan berimbas pada ketiadaan retribusi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com