• Pembahasan Perbup OT Masih Temui Jalan Buntu

    0
    Pengusaha OT

    Pembahasan Perbup OT Masih Temui Jalan Buntu

    Lahat, jurnalsumatra.com – Pembahasan tentang keluarnya peraturan bupati Lahat (Perbup), terkait larangan menyelenggarakan hiburan OT (Organ Tunggal) pada malam hari masih temui jalan buntu.

    Akibatnya, membuat pengusaha OT yang tergabung dalam KOTL (Komunitas Organ Tunggal Lahat, kembali menyambang kantor Pemkab Lahat. Kedatangan KOTL diterima langsung oleh bupati Lahat H Aswari rifa’i,SE melalui Asistan I Ramsi didampingi wakil ketua II DPRD Lahat Ghazali Hanan, dan perwakilan TNI, Polri dan Kejari Lahat diruang Oproom Senin (25/7).

    Sementara dilapangan, terlihat kedatangan para KOTL untuk mendesak bupati Lahat agar merevisi Perbup, karena merasa Perbup larangan OT dinilai merugikan dan mengancam perekonomian. Dalam diskusi yang berlangsung lebih kurang dua jam tetsebut berjalan tertib dibawah pengawasan pihak keamanan dari TNI dan Polti yang berpakaian preman.

    Kuasa hukum KOTL Bakrun Satia Darma mengatakan, Perbub larangan OT yang dikeluankan benar-benar memberikan efek negatif bagi bisnis hiburan OT, bahkan masyarakat dipedesaan juga merasakan hal yang sama mengingat setiap acara resepsi pernikahan dan hajatan tak jarang dilakukan malam hari.

    “Intinya, kami agar ada revisi dari Pemkab Lahat dan kami siap mematuhi aturan main dengan mengurus perizinan untuk bisnis hiburan OT,” katanya, dalam pertemuan, kemarin.

    Wakil ketua DPRD Lahat Ghazali Hanan mengungkapkan, untuk protes yang disampaikan pera KOTL adalah hak mereka, namun kiranya tetap menerima Perbub yang dikeluarkan bupati Lahat demi kemajuan pembangunan. Apalagi, fakta dilapangan sering membuktikan jika pertunjukan OT pada malam hari rawan peredaran Miras, Narkoba bahkan perkelahian hingga merenggut korban jiwa.

    “Sebagai kebijakan ada baiknya KOTL diberi tenggat waktu Dua bulan kedepan mengingat masyarakat telah melakukan uang panjar OT untuk kegiatan tertentu,”imbuhnya.

    Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur melalui Kasat mengungkapkan, Polisi akan siap mengawal Perbub dan untuk para KOTL kiranya dapat menerima karena pertunjukan OT pada malam hari tak jarang meresahkan apalagi dengan maraknya penjual Miras bahkan Narkoba.

    “Kita juga akan memberikan imbauan kepada desa agar mengeluarkan Perdes (Peraturan Desa) untuk tidak melakukan hiburan OT dimalam jari demi terwujudnya lahat yang aman dan tertib,” kilahnya.

    Asistan I Ramsi menuturkan, akan segera melaporkan hasil diskusi antara KOTL dan Pemkab Lahat kepada bupati Lahat H Aswari Rifa’i,SE. Karenanya, sebelum ada keputusan dari bupati langsung kiranya para KOTL dan masyarakat dapat mematuhi Perbup yang ada.

    “Ini demi kepentingan masyarakat dan kemajuan pembangunan serta kebaikan bersama. Pertemuan hari ini akan segera disampaikan keBupati Lahat,”pungkasnya sambil menutup pertemuan. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com