• Pembagunan Jembatan Musi IV Baru Empat Persen

    0

    sungai musiPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Megah proyek pembangunan Jembatan Musi IV hingga kini terus dikebut oleh para pekerja. Namun, memasuki Agustus pembangunan jembatan yang diharapkan bisa selesai sebelum Asian Games 2018 ini, progresnya baru mencapai empat persen atau bisa dikatakan lamban.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Musi IV dari Satker Pembangunan Jalan dan Jembatan Palembang, Azwar Eddie mengatakan, saat ini secara keseluruhan sebenarnya tidak ada kendala berarti.

    Sedangkan, mengenai progress yang baru 4 persen, tetap sesuai dengan jadwal yang ditetapkan (on schedule). “Kita terus kerja. Target akhir tahun ini kita harus bisa menyelesaikan pembangunan di bagian bawah dulu,”kata Eddie, Ahad (31/7).

    Menurut Eddie, pihaknya saat ini melakukan pemasangan tiang di bawah sungai musi dipastikan akan selesai akhir Agustus. Saat ini material tiang pancang sudah datang sehingga sambil menunggu perlengkapan yang lain pihaknya pun melakukan koordinasi.

    “kondisi Sungai Musi sedang surut dan arusnya juga tidak terlalu besar. Ini akan lebih memudahkan pengerjaan. Tapi, tetap keselamatan pekerja harus jadi perhatian. Selain itu juga akan dipastikan alur lalu lintas di Sungai Musi tidak menggangu,”urainya.

    Untuk di Sungai Musi sendiri, sambung dia, diperkirakan ada sekitar 20 tiang pancang yang akan dipasang untuk pembangunan Jembatan Musi IV.

    Selain di Sungai, lanjut Eddie, pihaknya juga sedang berkonsentrasi untuk pengerjaan pembangunan di Seberang Ulu. “Sekarang sedang dalam tahap pembuatan tiang pancang,” ujar dia.

    Sedangkan untuk Seberang Ilir, lanjut dia, dari total 10 tiang pancang yang harus dipasang, sudah 6 tiang pancang terpasang. Seberang Ilir masih sisa 4 tiang pancang dari 10 tiang pancang yang ada. Ini akan segera diselesaikan.

    Mengenai adanya warga yang mengeluhkan rumahnya retak-retak akibat terkena getaran saat pemasangan tiang pancang, Eddie mengungkapkan, pihak kontraktor akan bertanggung jawab. “Asal masyarakat itu dapat memberikan bukti-bukti yang kuat kalau memang rumahnya retak disebabkan adanya getaran saat pemasangan tiang pancang,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com