• Parkir Ilegal depan PS kembali Marak

    0
    Parkir Ilegal depan PS kembali Marak

    Parkir Ilegal depan PS kembali Marak

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Sejak dipasangi rantai besi permanen maupun tiang besi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Palembang untuk mengantisiapsi terjadinya parkir liar. namun hal tersebut bukan menjadi penghalang bagi juru parkir (jukir) di jalan Pingpong samping PS Mall untuk meraup keuntungan rupiah, karena parkir kendaraan roda dua kembali marak dilokasi tersebut.

    Dengan banyaknya kendaraan roda dua yang parkir akan membuat kawasan tersebut kembali menjadi macet, karena kapasitas jalan menjadi satu jalur kendaraan roda empat dengan tidak adanya parkir dapat dilalui dua jalur kendaraan roda empat.kondisi ini akan menjadi keluhan bagi warga ketika melalui jalur tersebut terutama pada akhir pekan.

    Pantauan, Rabu (27/7) tampak rantai maupun tiang yang dipasang disamping jalan masuk PS Mall sampai dengan Hotel Aryaduta tersebut sudah terlepas. Bahkan jejeran kendaraan roda dua kembali terparkir dengan aman dan bebas dibiarkan.

    Septiana (34) warga Bukit Besar mengaku tidak tahu kalau area tersebut tidak diperbolehkan lagi untuk parkir kendaraan roda dua. Ia beralasan karena parkir dilokasi mudah dijangkau dan terjangkau.

    “Mudah diangkau, sedangkan para jukir juga memperbolehkan untuk memarkir kendaran,Tidak tahu kau tidak boleh lagi, karena rantainya sudah lepas dan banyak kendaraan lain yang parkir disini juga,”kata Septiana.

    Terpisah Kepala Dinas Perhubungan, Sulaiman Amin, saat dimintai keterangannya mengatakan sudah mengetahui adanya parkir liar yang kembali di terapkan di samping jalan masuk PS Mall. Ia pun menjelaskan seharusnya jalan tersebut sudah tidak boleh lagi ada parkir. Pasalnya banyak pengaduan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya parkir tersebut.

    “Itu lah kita sudah tahu kalau masih ada parkir di sana. Dan tetap akan kita tertibkan, karena kawasan ini dilarang untuk parkir, karena parkir akan menyebabkan kemacetan dan lainnya,” katanya.

    Dijelaskan Sulaiaman, dengan sudah dilepasnya rantai permanen yang dipasang pihaknya, itu artinya jukir nakal tersebut sudah melanggar peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kota (Pemkot) Palembang. Ia pun menegaskan pihaknya akan kembali menertibkan parkir tersebut. Bahkan akan menindak jukir yang kembali membuka parkir di jalan tersebut.

    “Dengan sudah berani membuka rantai permanen yang sudah kita pasang berarti sudah melakukan pengrusakan dan bisa dilaporkan kepada pihak kepolisian, ini bisa dipidana,”jelasnya.

    Amin menjelaskan adanya upaya pihaknya memasang rantai besi permanen tersebut tidak lain untuk memberi rasa nyaman bagi pejalan kaki untuk melintas. Selain itu juga untuk mengurangi kemacetan.

    “Kan di sebelah kanan sudah diperbolehkan untuk parkir, nah yang dikiri jangan diisi untuk parkir lagi, karena akan sebabkan kemacetan saat pengendara mengeluarkan kendaraannya secara berbarengan. dan itu mengganggu pejalan kaki yang akan lewat,”katanya.

    Selain untuk menghindari parkir liar, pihaknya memang sengaja menyediakan space khusus untuk pejalan kaki agar tidak berdesakan dengan kendaraan. Meski masih ada jukir yang seenaknya memarkirkan motor di area lain, setidaknya semenjak rantai tersebut dipasang kemacetan dapat terurai. (eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com