• P2TP2A Sumsel Prihatin Banyaknya Kekerasan Anak

    0
    daftar kekerasaan anak

    P2TP2A Sumsel Prihatin Banyaknya Kekerasan Anak

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Banyaknya kasus kekerasaan yang terjadi pada anak – anak diindonesia jadi perhatian khusus salah satunya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumsel.

    Menurut kepala sub bidang penanganan kekerasan dan kekerasaan dan perlindungan pada korban perdagangan orang pada P2TP2A sumsel Rianti saat ditemui wartawan diruangnganya rabu (27/7) Ya kami tidak menyalahkan guru karena tujuannya sama untuk mendidik siswanya. Namun, kami menghimbau alangkah baiknya jika tanpa kekerasan seperti membersihkan toilet atau berlari keliling lapangan,”

    “Memang tujuan setiap hukuman agar mendidik siswa, namun jika dengan kekerasan maka guru yang melakukan tersebut dapat terjerat hukum karena melanggar HAM. Berbeda halnya dengan memberikan hukuman seperti membersihkan toilet”,tegasnya” Karena itu, untuk melindungi setiap guru serta murid kami melakukan sosialisasi di 8 sekolah di Sumsel.

    “Ada 8 Sekolah tersebut,  terdiri dari 4 sekolah di Palembang dan 4 Sekolah di Kabupaten/kota di Sumsel. Untuk nama sekolahnya yakni, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Gandus Palembang, SMP 15 Seberang Ulu (SU) I Palembang, Sekolah Menengah Atas (SMA) 9 SU I Palembang, SMA 12 Gandus Palembang,  SMP 5 Prabumulih, SMA 7 Prabumulih, SMP 1 Sembawa Banyuasin dan SMA 2 Sembawa Banyuasin ” terangnya.

    “Untuk di Palembang sendiri kami sengaja memilih yang di ujung karena daerah tersebut terkadang masih minim informasi,” tambah RIanti

    Selain sosialisasi di sekolahan pihaknya juga melakukan sosialisasi di dua kecamatan yakni SU I dan Ilir Barat (IB) II Palembang. Dalam sosialisasi di kecamatan sendiri, pihaknya juga mengundang lurah, RT serta beberapa perangkat desa untuk memberikan informasi pelaporan dan penanganan jika terjadi kekerasan pada perempuan dan anak di wilayah mereka masing-masing”urainya”

    Rianti juga mengatakan, sampai dengan Maret 2016 total kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Sumsel berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh P2TP2A yakni sebanyak 239 kasus dan didominasi kasus tertinggi dari daerah Kota Palembang yakni sekitar 60 kasus. Sedangkan untuk jumlah kekerasan perempuan dan anak sampai dengan Juli, pihaknya masih menunggu beberapa kabupaten yang belum melaporkan kasus tersebut.

    Untuk jumlah kekerasan perempuan dan anak sampai dengan Juli, kami masih menunggu laporan dari 5 Kabupaten/kota di Sumsel. Data ini sendiri merupakan kumpulan dari berbagai intansi seperti KPID, Kepolisian dan berbagai instansi lainnya,” terangnya.

    Dirinya menambahkan dari 239 kasus tersebut yang telah diselesaikan sekitar 4 kasus. Penyelesaian ini sendiri ada yang melalui jalan damai dan ada juga sudah vonis. Untuk jalan damai sendiri, seperti kasus kekerasan pada istri, kemudian sang istri melaporkan perbuatan suaminya kepada polisi. Namun, setelah beberapa lama istri tersebut mencabut laporannya.

    Ini mungkin dikarenakan sang istri kasian terhadap anaknya jika suaminya terjerat kasus hukum. Tapi ada juga beberapa kasus yang sudah ditetapkan vonisnya,” tegasnya.

    Sebagai P2TP2A, tambah Riatni, pihaknya juga memberikan pendampingan kepada korban kekerasan seperti psikolog, jika memang korban membutuhkan perawatan, pihaknya juga dapat merujuk ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. “Perawatan ini diberikan sampai korban benar-benar kembali pulih baik secara mental maupun fisik,” jelasnya”(RN)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com