• Nelayan Pesisir Selatan Cilacap Panen Ikan Layur

    0

    Cilacap, jurnalsumatra.com – Nelayan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, panen ikan layur sehingga mereka tetap nekat melaut meskipun sedang terjadi cuaca buruk.
    “Saat ini, ikan layur banyak bermunculan di perairan selatan Cilacap sehingga banyak nelayan yang melaut,” kata Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Pardjo saat “Focus Group Discussion” tentang perkembangan sektor kemaritiman di Cilacap, Jumat.
    Bahkan, kata dia, ikan layur tersebut tidak hanya diburu oleh nelayan Cilacap tetapi juga dari daerah lain seperti Pangandaran, Jawa Barat.
    Namun, kata dia, ikan layur hasil tangkapan nelayan luar daerah yang beroperasi di perairan selatan Cilacap itu tidak dijual melalui tempat pelelangan ikan (TPI) di Cilacap melainkan langsung dijual di atas kapal.
    “Dengan demikian, hasil tangkapan berupa ikan layur tersebut tidak terdata oleh KUD (Koperasi Unit Desa) selaku pengelola TPI dan otomatis tidak ada kontribusi untuk TPI,” katanya.
    Menurut dia, sejumlah nelayan Cilacap sempat mendatangi Kantor HNSI Cilacap untuk menyampaikan keluhan terkait penjualan hasil tangkapan ikan di atas kapal oleh nelayan dari luar daerah.
    “Mereka meminta agar hasil tangkapan ikan dibawa ke TPI untuk dilelang sehingga ada pemasukan,” katanya.
    Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap Bambang Ariadi mengatakan berdasarkan pengalaman, biasanya ikan cakalang sudah banyak bermunculan di perairan selatan Cilacap.
    Akan tetapi hingga saat ini, kata dia, ikan cakalang belum muncul namun justru ikan layur yang banyak bermunculan.
    “Oleh karena itu, banyak nelayan dari tempat lain yang mengejar (ikan layur) ke perairan sekitar Cilacap ini,” katanya.
    Meskipun saat ini sedang terjadi cuaca buruk di perairan selatan Cilacap, dia mengatakan nelayan tetap semangat untuk mencari ikan layur karena harganya mahal.
    Menurut dia, harga ikan layur saat ini mencapai Rp40.000 per kilogram dan berdasarkan data dalam satu bulan terakhir hasil tangkapannya mencapai 180 ton.
    Sementara untuk ikan tuna, kata dia, rata-rata mencapai 5 ton per hari.
    “Ikan tuna tetap ada, hanya cakalang yang belum muncul,” jelasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com