• Nelayan Jualan Di Luar Aceh Barat

    0

    Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com- Bupati Aceh Barat, Provinsi Aceh, T Alaidinsyah menyatakan sebagian besar nelayan masih menjual langsung hasil tangkapan mereka di luar kabupaten, karena di daerah sendiri belum tersedia pelabuhan yang memadai.
    Banyak nelayan menjual langsung hasil tangkapan ke Sibolga, Banda Aceh dan daerah terdekat lain dari kawasan zona penangkapan ikan bernilai ekonomis, dan itu tidak bisa dicegah, kata Alaidinsyah di Meulaboh, Jumat.
    Ia mengakui, infrastruktur di daerahnya belum memadai.
    “Kami terus berupaya mempercepat dimulainya pembangunan infrastruktur pelabuhan besar,” katanya dalam konferensi pers yang dihadiri seluruh kepala SKPK.
    Alaidinsyah menyebutkan, lebih dari 50 persen dari total 200 ribu jiwa masyarakatnya mengandalkan sektor pertanian padi, karet dan kelapa sawit, tambak dan perikanan tangkap.
    Pemkab telah menyelesaikan “detailed engenering design” (DED) pelabuhan samudra di Kuala Krung Cangkoi, tetapi terbentur masalah pembebasan lahan, namun kini semua sudah ada titik terang.
    “Alhamdulillah, tadi malam kami sudah duduk dengan pemilik lahan lokasi pembangunan pelabuhan 5,5 hektare. Tidak ada lagi masalah. Dengan selesainya persoalan ini maka semua persyaratan dimulai pembangunan sudah selesai,” ujarnya.
    Keterbatasan jumlah armada maupun kondisi muara Krung Cangkoi yang labil menjadi kendala para nelayan meningkatkan produksi perikanan tangkap.
    Alaindinsyah menaruh harapan kepada masyarakatnya untuk tetap konsisten dan berfokus pada usaha, baik sebagai petani padi, karet dan sawit, maupun tambak dan perikanana tangkap.
    “Petani tetaplah jadi petani, sebab pembangunan infrastruktur pertanian besar selesai pada 2018, jangan beralih profesi. Kemudian petani padi, jangan mengalihfungsikan lahan ke perkebunan sawit,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com