• Masyarakat Diimbau Jangan Terjebak Tawaran Penukaran Uang

    0

        Lubuklinggau, jurnalsumatra.com – Polres Kota Lubuklinggau mengimbau masyarakat agar berhati-hati menjelang Idul Fitri 1437 Hijriyah agar tidak terjebak atau tergiur dengan tawaran penukaran uang yang tidak resmi.
    Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Wahyu Widodo kepada wartawan, Sabtu mengatakan banyak cara yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab untuk memanfaatkan momen lebaran dengan menukarkan uang palsu kepada masyarakat.
    Ia mengatakan, biasanya oknum itu menawarkan hal-hal yang menggiurkan masyarakat untuk mudah menukarkan uang diluar jalur perbankan, apa lagi setiap bank mendekati lebaran ini dipadati masyarakat untuk menukar uang pecahan sesuai minat masing-masing warga.
    Momen yang padat di setiap bank itu dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab dengan menukarkan uang pecahan yang dibutuhkan, bahkan bisa lebih besar nilanya dari uang ditukarkan itu.
    Peredaran uang palu di wilayah itu diperkirakan malam hari sesuai laporan masyarakat yang pernah mendapatkan uang palsu, terutama warung-warung kecil di pinggir jalan buka semalam suntuk.

        Untuk mengantisipasi peredaran uang palu itu sudah dilakukan secara rutin, baik dari pihak kepolisian maupu perbankan, namun akibat luasnya wilayah maka uang palsu sempat beredar.
    “Kita akan tindak tegas pelaku pengedar uang palsu tersebut, namun untuk menangkapnya dibutuhkan bantuan masyarakat terutama yang sudah mendapatkan uang itu dan segera laporkan ke polisi terdekat,” katanya.
    Salah seorang petugas bank lokal tak bersedia disebutkan namanya membenarkan selama bulan puasa ini telah menemukan beberapa lembar uang palsu dan langsung di musnahkan, uang itu didapat dari masyarakat yang ingin menabung dengan pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
    Ia mengimbau, masyarakat harus waspada, lalu tingkatkan lagi pendekatan dengan cara Dilihat, Diraba dan Diterawang (3D) uang tersebut, selama ini pihaknya telah melakukan sosialiasi kepada masyarakat tentang pencegahan peredaran uang palsu.
    Peredaran uang palsu di lingkungan masyarakat selama ini cukup meresahkan apalagi dari tahun ke tahun peredaran uang palsu masih terjadi bahkan cendrung mengalami peningkatan.
    Pada dasarnya pihak kepolisian dan Bank Indonesia secara intensif sudah sering melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dianggap rawan peredaran uang palsu, namun karena luasnya daerah sehingga terkadang masih ada uang palsu beredar di masyarakat, ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com