• Massa Gabungan Datangi DPRD Sumsel Tuntut PTPN VII

    0

    massa di kantor dprd sumselPALEMBANG, jurnalsumatra.com  – Puluhan massa tergabung dengan gerakan petani OI dan Muaraenim mendatangngi kantor DPRD sumsel kamis (28/7), meminta DPRD untuk bisa menyelesaikan kasus agraria yang terjadi antara masyarakat Kabupaten Muaraenim Desa Pagar Dewa dan Kabupaten Ogan Ilir Desa Betung, Rengas.Lubuk Bandung, Sribandung, Srikembang dengan PTPN VII.

    Menurut kordinator lapangan dedek menyampaikan orasinys Ini gerakan tani Sumsel dua kabupaten menuntut haknya kembali. Belum selesai. Dari tahun 1983. Perampasan tanah terjadi dengan berbagai pola, pola perampasan dengan tanpa ganti rugi, dengan ganti rugi, dengan ganti rugi yang tidak layak dan dengan pergantian rugi yang tidak sesuai dengan luasan hektar yang sudah dimiliki dari awal oleh masyarakat secara turun temurun bersumber dari tanah ulayat,”

    Upaya telah dilakukan, setelah rezim otoriter jatuh, mulai aksi unjuk rasa, mediasi dan penekanan pendudukan lahan sudah dilakukan sampai jatuh korban”tegasnya”

    Kriminalisasi terhadap pimpinan masa  tiga kali berturut-turut di Kabupaten Muaraenim tidak juga mampu pemerintah mengembalikan tanah hak masyarakat. Dan peristiwa tahun 2012 jatuh korban anak kecil umur 12 tahun  (Angga) dan 5 orang tertembak di Kabupaten Ogan Ilir juga tidak mampu pemerintah menyelesaikan kasus agraria,” ujarnya”

    dari tahun 2014 masyarakat terus menuntut lahan hak mereka yang telah dirampas dan berharap di pemerintahan era Jokowi yang memiliki program pendistribusian lahan 9 juta hektar.

    Di Ogan Ilir unit usaha tebu Cinta Manis PTPN VII masuk dengan tidak ada plasma dan hampir separuh usaha PTPN VII Cinta Manis tidak ber HGU (6500 dari luasan 20.000 dara BPN). Kita minta pemerintah serius selesaikan. Kami minta janji Jokowi untuk mengembalikan tanah tanah rakyat dengan masuk skema pendistribusian lahan,” ujar Dedek.

    Massa membentangkan spanduk dan membacakan 7 tuntutan. Yang pertama, elesaikan kasus agraria antara masyarakat Kabupaten Muaraenim Desa Pagar Dewa dan Kabupaten Ogan Ilir Desa Betung, Rengas, Lubuk Bandung, Sribandung, Srikembang dengan PTPN VII.

    Kedua, kembalikan lahan masyarakat yang telah dirampas oleh PTPN VII. Ketiga, stop kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi dalam penyelesaian konflik yang selalu masyarakat jadi korban.

    Keempat, selesaikan konflik tanah yang melibatkan perempuan dan menggunakan pendekatan sensitif dan reaponsif gender.

    Kelima, rekomendasi dukungan eksekutif provinsi dan kabupaten serta legislatif provinsi dan kabupaten dalam penyelesaian mengembalikan lahan masyarakat yang telah dirampas oleh PTPN VII.

    Keenam, stop memperpanjang HGU PTPN VII atau memperbaharui HGU PTPN VII di lahan yang masih berkonflik.

    Ketujuh, jalankan dan wujudkan reforma agraria di Sumsel dengan pendiatribusian lahan sesuai dengan janji Nawacitanya Jokowi”tegasnya”(RN)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com