• Lebaran Kedua Warga Bogor Ramai Ziarah Kubur

    0

    Bogor, jurnalsumatra.com – Hari kedua Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah/2016, Kamis, dimanfaatkan oleh warga untuk berziarah kubur, seperti tampak pada suasana di sejumlah pemakaman yang menjadi lebih ramai dari biasanya.
    Mulai dari pukul 07.00 WIB, Tempat Pemakaman Sirnaraga, Kampung Pabuaran, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor sudah ramai dikunjungi sejumlah keluarga yang datang untuk berziarah ke makam sanak saudaranya.
    Menurut Aceng penjaga makam, pemakaman tersebut merupakan pemakaman keluarga yang kebanyakan ditempati oleh warga sekitar Ciampea.
    “Di sini (makam) kebanyakan yang dimakamkan masih keluarga, jadi bukan pemakaman umum. Kebanyakan mereka warga Bogor, dan Jakarta,” katanya.
    Pemakaman Sirnaraga sudah ada sejak lima puluh tahun yang lalu, memiliki luas sekitar 300 meter persegi, terdapat lebih dari 100 makam.
    Ia mengatakan, ziarah kubur biasa dilakukan warga setelah hari kedua dan ketiga Lebaran. Mereka kebanyakan berziarah dari pagi hingga siang hari. Mereka datang dalam satu kelompok keluarga, dengan jumlah lebih dari lima orang, ada yang berjalan kaki ke kuburan ada juga yang membawa sepeda motor dan roda empat.
    Ramainya ziarah kubur membuat bunga dan air yang disediakan  Aceng laris dibeli oleh warga yang berziarah. Satu bungkus bunga   dijual dengan harga Rp 5.000 dan air mawar Rp5.000 per botol.
    “Saya cuma bikin 70 bungkus, sudah habis dari pagi tadi,” katanya.
    Tradisi ziarah kubur menjadi budaya masyarakat Indonesia dan Bogor khususnya. Mengunjungi keluarga yang sudah meninggal, membersihkan kuburnya dan mendoakannya dengan membaca Surah Yasin menjadi ritual yang dilakukan selama berziarah.
    Selain itu, bersedekah usai berziarah juga menjadi tradisi. Penjaga makam membuat kotak amal di gerbang jalan menuju pemakaman yang bertuliskan amal untuk kebersihan makam.
    Ziarah kubur juga menjadi momen silaturahmi, usai berdoa keluarga yang datang berziarah saling bersilaturahmi satu sama lainnya. Tak jarak mereka berbincang dan berkumpul di sekitar makam.
    Hampir semua makam di wilayah Bogor juga ramai dikunjungi peziarah. Seperti TPU Dreded di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, juga ramai oleh penziarah.
    Menurut Erna (34) salah satu keluarga pemilik makam, mereka sengaja memilih hari kedua Lebaran untuk berziarah.
    “Kalau hari pertama kita lebih banyak bersilaturahmi ke keluarga yang masih ada (hidup), makanya baru bisa ziarah di hari kedua, sudah tradisi begitu,” katanya.
    Tradisi berziarah kubur tidak hanya dilakukan saat Lebaran saja, tetapi sepekan belum Ramadhan pun juga dilakukan. Kuburan akan ramai dipadati peziarah pada momen-momen tersebut.
    Menurut keyakinan umat Islam, berziarah sebagai bentuk silaturahmi kepada keluarga yang telah meninggal dunia, dengan mendoakannya dan membacakan Surat Yasin menjadi amalan bagi keluarga di alam baka.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com