• Kunjungan Keluarga Terpidana Mati Dihentikan Jelang Eksekusi

    0

        Cilacap, jurnalsumatra.com – Kunjungan keluarga terpidana mati ke ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dihentikan menjelang pelaksanaan atau eksekusi hukuman mati.
    Pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, sejak Kamis pagi hingga siang hari tidak ada satu pun keluarga terpidana mati yang menyeberang ke Pulau Nusakambangan.
    Kendati demikian pada Kamis siang, dua perempuan berhijab yang mengaku sebagai keluarga terpidana mati Michael Titus Igweh tampak mendatangi tempat penyeberangan khusus Pulau Nusakambangan itu.
    Akan tetapi kedatangan mereka bukan untuk menyeberang ke Nusakambangan guna menemui Michael Titus, melainkan ingin bertemu wartawan.
    “Kami ingin bertemu wartawan untuk menyampaikan keberatan atas rencana eksekusi hukuman mati terhadap Michael Titus,” kata Nila yang mengaku sebagai kakak ipar Michael Titus.
    Namun saat memberi keterangan kepada wartawan, dua perempuan itu segera dibawa petugas keamanan menuju Pos Penjagaan Dermaga Wijayapura.
    Tidak lama kemudian, mereka tampak keluar dari Pos Penjagaan Dermaga Wijayapura dan segera meninggalkan tempat itu.
    Dalam kesempatan terpisah, Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Polisi Bintoro Wasono mengatakan kunjungan keluarga terpidana mati telah dihentikan.
    “Hari ini tidak ada lagi kunjungan keluarga. Paling nantinya ada dua perwakilan keluarga yang diminta menyeberang ke Nusakambangan untuk menjemput jenazah terpidana mati pasca-eksekusi,” katanya.

        Kendati demikian, dia mengaku belum mengetahui kapan eksekusi hukuman mati tersebut akan dilaksanakan.
    Eksekusi hukuman mati terhadap sejumlah terpidana kasus narkoba diduga akan dilaksanakan pada Jumat (29/7) dini hari di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Pulau Nusakambangan.
    Dugaan tersebut muncul karena sebanyak 17 mobil ambulans yang diduga akan membawa peti jenazah, tiga di antaranya sebagai cadangan, telah masuk ke Pulau Nusakambangan pada Kamis (28/7) pagi.
    Berdasarkan pelaksanaan beberapa eksekusi sebelumnya, mobil ambulans yang membawa peti jenazah masuk ke Pulau Nusakambangan beberapa jam sebelum eksekusi.
    Selain itu, sebanyak 14 mobil pengawalan dari berbagai Unit Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang akan digunakan untuk mengawal mobil ambulans pembawa jenazah terpidana mati pasca-eksekusi juga telah disiagakan di halaman Stasiun Pandu yang bersebelahan dengan Dermaga Wijayapura sejak Kamis (28/7) pagi.
    Seperti diwartakan, sebanyak 14 terpidana mati kasus narkoba dikabarkan telah menempati ruang isolasi di Lapas Batu, Pulau Nusakambangan, sejak hari Senin (25/7), pukul 22.00 WIB, guna menunggu hari H pelaksanaan eksekusi hukuman mati
    Akan tetapi hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum merilis secara resmi nama-nama terpidana mati kasus narkoba yang akan dieksekusi dan kapan eksekusi itu akan dilaksanakan.
    Berdasarkan informasi yang dihimpun, terpidana mati yang telah ditempatkan di ruang isolasi Lapas Batu, antara lain Freddy Budiman (warga negara Indonesia), Merri Utami (Indonesia), Zulfiqar Ali (Pakistan), Gurdip Singh (India), Onkonkwo Nonso Kingsley (Nigeria), Abina Nwajaen (Nigeria) dan Michael Titus Igweh (Nigeria).(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com