• Komunitas Reptil Pameran Setiap Pekan

    0

    ularPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Hewan reptil masih menjadi satwa yang cukup menakutkan bagi masyarakat. Seperti ular, biawak, iguana yang begitu dijauhi oleh masyarakat karena dinilai bisa membahayakan diri.Namun tak sepenuhnya masyarakat anti binatang reptil tersebut. Seperti halnya bagi teman-teman Komunitas Reptil Palembang yang merupakan kumpulan pecinta jenis satwa merayap tersebut.

    Beragam jenis reptil terlihat begitu akrab dengan yang sebagian kaula muda ini, mereka tanpa ada rasa takut sedikitpun. Hadirnya komunitas itu sejak 27 juni 2015 lalu sebagai wadah warga Palembang untuk mencintai satwa reptil.

    “Awalnya dari kegiatan sering kumpul kumpul. Dari situ kemudian tercetus ide kenapa kita membuat sebuah wadah untuk menampung pecinta pecinta reptil di Palemban. Akhirnya berdirilah komunitas ini,”kata Ketua Komunitas Reptil Kota Palembang, Pardi, kepada Radar palembang, kemarin (21/7).

    Adapun untuk kegiatan rutin yang dilakukan biasanya berkumpul dengan para anggota komunitas. Kegiatan ini biasa dilakukan setiap hari Minggu pagi di Kambang Iwak Palembang. Dari kegiatan itu juga, komunitas ini sekaligus ingin mengedukasi masyarakat soal hewan reptil.

    “Kita ingin mengedukasi masyaraat dalam tanda kutip memperbaiki image reptil. Selama ini reptil masih menjadi hewan yang menakutkan. Kita ingin mengubah image itu. Jadi kita lebih mendekatkan reptil ke pecinta hewan,”kata Pardi.

    Meski terbilang masih jarang orang yang memelihara reptil, namun jumlah anggotanya mencapai 30 baik perempuan maupun laki-laki. Tidak hanya melakukan pameran di KI pihaknya juga melakukan sosialiasi di sekolahan dan tempat lainnya.

    “hal ini agar masyarakat lebih mencintai hewan reptil, artinya tidak semua reptil berbahaya, namun ada juga yang jinak dan dapat menjadi teman, sedangkan memberi makan hewan reptil lebih mudah dibandingkan hewan lainnya,”ujar dia.

    Hewan reptil yang dipelihara tidak hanya dari Kalimantan, Sumatra namun juga didapatkan dari luar negeri, dan yang terpenting komunitas ini dapat menyadarkan masyarakat bahwa tidak semua hewan ditakuti namun dapat dijadikan sebagai penghibur.

    “kalau untuk biaya makan tidak terlalu besar, karena untuk makan hanya mengeluarkan ratusan ribu perbulan itu lebih dari cukup, karena makannya mudah didapatkan di pasaran,”tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com