• KNPI: Musdalub Akan Berjalan Aman Dan Lancar

    0

        Jayapura, jurnalsumatra.com – Caretaker Ketua DPD KNPI Provinsi Papua Marthinus A Werimon mengatakan musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) induk organisasi kepemudaan itu yang akan digelar di GSG Kota Jayapura pada 18 Juli 2016 akan berjalan aman dan lancar.
    “Kami meyakini Musdalub ini akan berjalan dengan baik dan aman,” kata Caretaker Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Papua Marthinus A Werimon di Kota Jayapura, Kamis.
    Mengenai sejumlah opini di berbagai koran harian di Kota Jayapura dan sekitarnya, bahwa Musdalub tidak akan berjalan sebagaimana mestinya, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua itu menampik hal tersebut.
    “Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Papua untuk keamanan serta dukungan dari Kodam Cenderawasih. Kami juga sudah berbicara dengan OKP yang punya pasukan dan teman-teman di adat, tokoh dan senior KNPI terkait maksud dan tujuan dilaksanakan Musdalub. Jadi sedikit pun tidak terbersit akan kacau,” katanya.

        Menurut dia, Musdalub yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat itu telah mendapat dukungan dari tujuh DPD II dan sejumlah OKP, sehingga diimbau kepada pengurus tingkat daerah lainnya untuk segera mendaftar, sebelum tenggatnya habis.
    “Ada tujuh DPD II sudah menyatakan sikap siap hadir dan mendukung, padahal hanya lewat telepon belum undangan resmi ke DPD. Sehingga itu merupakan bagian sikap mereka setelah membaca media koran, radio dan online,” katanya.
    “Sekali lagi kepada DPD II, yang tidak segera mengambil posisi tegas kepada DPD KNPI Provinsi Papua yang legal, dan paling lambat  mendaftar pada H-3, jika tidak akan di-caretaker-kan,” lanjutnya.
    Sementara adanya ancaman dari oknum pemuda agar tidak melaksanakan Musdalub, Marthinus menanggapi bahwa pernyataan yang disampaikan itu lebih kepada sikap emosional sesaat dan tidak mencerminkan sebagai pemuda yang cerdas dalam berorganisasi.
    “Pernyataan tersebut adalah bukan pada posisi KNPI yang sah di negeri ini dan tidak bisa mengeluarkan pernyataan seperti itu. Karena yang boleh mengatakan tidak bisa adalah pemerintah lewat kepolisian setelah melihat dokumen-dokumen kami, mereka yang berhak melarang kami bukan mereka,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com