• Kepala Badan Kesbangpol Sumut Ajukan Banding

    0

    Medan, jurnalsumatra.com – Mantan Kepala Kesbangpol Linmas Provinsi Sumatera Utara, Edi Sofyan yang dihukum 5 tahun penjara dalam kasus korupsi penyaluran dana hibah serta bantuan sosial tahun 2013 senilai Rp1,1 miliar, mengajukan banding.
    “Pengajuan perkara banding tersebut telah didaftarkan tim penasihat hukum Edi Sofyan ke ke Pengadilan Negeri Medan,” ujar salah seorang Penasihat Hukum Porman Naibaho di Medan, Senin.
    Upaya banding tersebut, menurut dia, telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, satu hari setelah vonis terhadap Edi Sofyan.
    “Jadi, saat ini tim pengacara sedang menyusun memori banding untuk diserahkan ke PN Medan,” ujar Porman.
    Ia menyebutkan, kemungkinan memori banding tersebut akan selesai pada Minggu ini, dan tinggal menunggu Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Sumut yang menyidangkan perkara tersebut.
    Ketika ditanyakan alasan dilakukan banding, Porman mengatakan, putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan tidak dapat diterima, dan Edi Sofyan bukan melakukan perbuatan korupsi dan hanya kelalaian.
    Bahkan, jelasnya, Pasal 2 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dikenakan terhadap Edi Sofyan tidak tepat.
    “Maka Edi Softyan mengajukan upaya hukum,” kata mantan anggota DPRD Sumut itu.
    Sebelumnya, terdakwa mantan Kepala Kesbangpol Linmas Provinsi Sumatera Utara, Edi Sofyan dihukum 5 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan, dalam kasus korupsi penyaluran dana hibah serta bantuan sosial tahun 2013 senilai Rp1,1 miliar.
    Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai Marsudin Nainggolan dalam amar putusannya, Kamis (30/6), mengatakan, terdakwa Edi Sofyan diyakini terbukti bersalah melakukan korupsi, sehingga merugikan negara.
    Selain itu, terdakwa diwajibkan membayar denda senilai Rp200 juta atau digantikan dengan kurungan 6 bulan penjara.
    Dituntut 6 tahun
    Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumut Firman, menuntut 6 tahun terdakwa mantan Kepala Kesbangpol Linmas Provinsi Sumut,  ES dalam kasus korupsi penyaluran dana hibah serta bantuan sosial tahun 2013 senilai Rp1,1 miliar.
    Kemudian, juga membayar denda Rp200 juta atau digantikan hukuman kurungan selama 6 bulan.
    Selain itu, menurut JPU, terdakwa ES juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp1,1 miliar atau digantikan dengan kurungan  2 tahun.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com