• Kegiatan Positif Perekonomian Mampu Tingkatkan Investasi

    0

    Padang, jurnalsumatra.com – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumadi mengatakan untuk dapat merangsang pertumbuhan investasi diperlukan langkah konkret seperti kegiatan-kegiatan positif di bidang perekonomian.
    “Langkah konkret itu sebenarnya sudah mulai dilakukan, namun belum maksimal. Seperti adanya Padang Expo dan Padang Fair,” ujar dia saat dihubungi dari Padang, Selasa.
    Begitu pula kegiatan-kegiatan pariwisata yang bisa mendorong perekonomian seperti adanya even perahu naga juga bisa dikatakan sebagai suatu investasi ke daerah.
    Menurutnya, sesuatu itu baru bisa dikatakan investasi jika investor yang masuk ke Padang benar-benar berkontribusi pada perekonomian daerah dan ada perkembangan berarti.
    “Padang hendaknya mampu terus mendorong pertumbuhan investasi dengan memaksimalkan kegiatan-kegiatan tersebut,” tambahnya.
    Ia menegaskan pertumbuhan investasi di Padang tidak bisa dilihat dari banyaknya ruko ataupun perkantoran yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir, melainkan banyaknya investor dari luar daerah.
    “Kalau hanya lihat pertumbuhan ruko saja, itu lebih pada perekonomian masyarakat yang mulai membaik, bukan investasi,” lanjutnya.
    Selain itu, ia menerangkan pihaknya terutama dari Fraksi Golkar DPRD Padang pernah mempertanyakan ketransparanan pemerintah setempat dalam persoalan investasi pada laporan pertanggungjawaban 2015 karena secara umum tidak pernah ada data lengkap para investor ke Padang.
    Padahal, menurutnya, Pemkot Padang sering melakukan kunjungan ke luar daerah dan menjalin kerjasama, namun tidak terbuka dalam segi daftar investasi di Kota Padang.
    “Jika ada data pasti, tentu bisa dilihat pertumbuhan dari tahun ke tahun dan bisa didiskusikan kiat peningkatannya,” katanya.
    Sementara Kepala Badan Perizinan Penanaman Modal Terpadu (BP2MT) Padang, Didi Aryadi menyebutkan saat ini sudah banyak investasi yang mulai masuk ke daerah itu, bahkan pihaknya telah mengeluarkan sekitar 6.000 izin selama 2016.
    Sebanyak 200 izin dari jumlah itu bersumber dari warga setempat yang sebagian besar merupakan izin untuk ruko dan perkantoran. Nilai investasi rata-rata untuk masing-masingnya mencapai Rp1 miliar.
    “Namun kami terus mendorong pemkot agar investasi murni dari masyarakat dari waktu ke waktu semakin berkembang,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com