• Kegagalan KUDETA Indikator Kepemimpinan Erdogan Positif

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com- Pengamat Politik Islam dan Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Dr Yon Machmudi menilai kegagalan kudeta oleh kelompok militer di Turki menjadi indikator kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan berjalan dengan baik dan diterima masyarakat secara positif.
    “Saya kira karena rakyat Turki telah merasakan perbaikan ekonomi dan pembangunan yang signifikan di bawah pemerintahan Erdogan,” tutur Yon dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu siang.
    Dalam sebuah kajian politik, tentu kenyataan yang terjadi di Turki tersebut sangat menarik karena upaya kudeta dari pihak militer justru bisa dilumpuhkan melalui respon langsung dari rakyat.
    Yon menilai, rakyat Turki tidak ingin masa kesuksesan ekonomi yang sedang berlangsung sekarang hilang begitu saja karena kudeta yang dilakukan segelintir pihak.
    “Makanya mereka berbondong-bondong turun ke jalan menolak kudeta. Akibatnya aksi kudeta tidak populer, bahkan pimpinan tertinggi militer dan kelompok oposisi ikut mengecam kudeta,” ujarnya menegaskan.
    Pihak yang melakukan kudeta dianggap sebagai penghianat karena mencoba memanfaatkan situasi turki yang sedang dilanda masalah ancamam terorisme.
    Presiden Erdogan pun menegaskan bahwa target kudeta bukan dirinya, melainkan Turki Baru yang sedang berkembang pesat.
    Lebih lanjut Yon berpendapat, Erdogan telah berpengalaman menghadapi usaha-usaha kudeta militer dan dia pun menyandarkan dukungan rakyat guna melindungi negara.
    Selain itu, Erdogan juga telah berhasil menumbuhkan loyalitas di tubuh militer Turki sehingga usaha kudeta tidak mendapat dukungan luas di lembaga pertahanan.
    “Namun belum bisa dipastikan apakah kudeta sudah benar-benar bisa dilumpuhkan. Ini tergantung kesolidan militer dalam melindungi pemerintah yang sah,” pungkasnya.
    Selama ini Turki di bawah kepemimpinan erdogan mendapatkan ancaman baik dari dalam maupun luar. Dari luar adalah kelompok ISIS sementara dari dalam adalah ancaman dari kelompok pemberontak Kurdistan dan juga kelompok Gullen.
    Pihak penguasa menuding kelompok Gullen telah menginfiltrasi militer dan telah merancang sebuah kudeta.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com