• Kadispenda Kepri Incar Kursi Wagub

    0

        Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kepulauan Riau mengincar kursi wakil gubernur setelah Nurdin Basirun dilantik sebagai gubernur.
    Ketua Komisi I DPRD Kepri Sukhri Fahrial, yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, Sabtu, mengatakan keinginan Isdianto menjabat sebagai wagub itu bukan isapan jemput belaka, melainkan semakin terbukti.
    “Ini bukan hanya sekadar isu, tetapi ada gerakan politik yang semakin tampak jelas Isdianto ingin menjabat sebagai wagub. Ini bukan rahasia lagi, karena sudah banyak yang mengetahuinya,” ujarnya.
    Isdianto, adik kandung dari HM Sani, yang berpasangan dengan Nurdin Basirun pada Pilkad Kepri 2015. HM Sani meninggal dunia setelah beberapa bulan memimpin Kepri.
    Nama Isdianto, termasuk Rini Fitrianti, putri dari HM Sani muncul sebagai kandidat wakil gubernur setelah Nurdin dilantik sebagai gubernur.
    Dalam beberapa bulan terakhir, Isdianto mulai mempublikasikan dirinya kepada publik melalui iklan pajak di baliho yang dipasang di sejumlah kawasan strategis di Tanjungpinang, Batam dan daerah lainnya.
    Pada baliho itu tampak wajah Nurdin yang bersanding dengan Isdianto.
    “Itu salah satu gerakan politik,” katanya.

         Namun sampai sekarang Isdianto belum pernah menyampaikan keinginannya itu kepada pengurus Partai Hanura.
    “Secara formal, dia (Isdianto) tidak pernah membicarakan hal itu kepada saya. Hanya Syarafudin Aluan yang secara jantan minta saya untuk memfasilitasi bertemu dengan pengurus pusat,” katanya.
    Sukhri mengatakan siapa pun yang berkompeten berpeluang menjabat sebagai wakil gubernur. Namun pertanyaannya, apakah figur tersebut mampu mendorong partai pengusung Sani-Nurdin dan partai lainnya mendukungnya.
    “Isdianto merupakan pejabat di pemerintahan, pasti memiliki pengalaman di birokrasi pemerintahan, tetapi itu tidak cukup,” katanya.
    Dia mengatakan wakil gubernur harus mampu bersinergi dengan gubernur, dan mampu berkomunikasi secara baik dengan DPRD Kepri.
    “Atasannya itu gubernur, dan mitra kerjanya itu DPRD Kepri. Jadi harus bisa mengelola pemerintahan dengan baik,” katanya.
    Sukhri mengatakan nasib Isdianto maupun figur lainnya yang mengincar kursi Wagub Kepri tergantung keputusan 45 anggota DPRD Kepri. Saat ini jumlah anggota DPRD Kepri yang aktif hanya 43 orang, karena Syofyan Syamsir, anggota DPRD Kepri dari Fraksi Golkar meninggal dunia baru-baru ini, dan salah seorang anggota DPRD Kepri ditahan oleh penegak hukum.
    “Jumlah anggota DPRD Kepri dari partai pengusung Sani-Nurdin hanya 17 orang, sedangkan 28 orang lainnya dari partai pengusung Soerya Respationo-Ansar Ahmad,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com