• Jembatan Di Ogan Ilir Segera diperbaiki

    0

    Kadis-PU-BM-OI-segera-prioitaskan-peningkatan-jalan-300x238INDRALAYA, Jurnal Sumatra- Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan, selama dua periode kedepan akan membenahi jembatan besi yang tersebar di OI menjadi jembatan beton.

    Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PUBM OI, H. Muhsin Abdullah ST, Rabu (27/07/2016).

    Menurutnya, selama satu periode atau sekarang 50 persen jembatan menjadi prioritas dilalui masyarakat setiap harinya.

    Sebagai sarana penghubung antar Desa danKecamatan akan ditingkatkan menjadi jembatan beton, hal itu diiringi juga dengan perbaikan dan peningkatan jalan Kabupaten.

    “Namun kita juga harus sesuaikan dengan anggaran daerah yang ada. Tidak menutup kemungkinan, selama dua periode ratusan jembatan besi telah menjadi beton. Diperkirakan untuk satu meter jembatan beton, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 200 juta. Jembatan yang akan ditingkatkanpada periode ini adalah jembatan di Ulak Bedil, Muara Penimbung, Rambutan, sepanjang Sakatiga Sejangko, Pelabuhan Dalam, Sukarame serta Jalan dan Jembatan di ruas Penyandingan-Jakabaring,” Ujarnya.

    Sementara itu, terkait robohnya jembatan besi di Kecamatan Kandis beberapa waktu. Muhsin menjelaskan, jembatan besi yang roboh itu memang sudah cukup tua, dibangun sejak Kabupaten OI masih bergabung dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    “Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa atas kejadian tersebut. Apakah jembatan itu roboh karena dilalui truk pengangkut material bangunan, silahkan pihak berwajib yang menyelidikinya. Jelasnya, kita dari PUBM OI akan bertanggung jawab segera melakukan perbaikan sebagaimana mestinya, sehingga jembatan itu dapat kembali dilalui masyarakat banyak,” Imbuhnya.

    Berdasarkan informasi, Diduga tak kuat menahan beban truk muatan koral, lantai jembatan menghubungkan Desa Lubuk Rukam dengan Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis Kabupaten OI, roboh seketika.

    Beruntung, tak ada korban jiwa.Sedangkan sopir dump truk, B 9753 BGT belum diketahui identitasnya langsung diselamatkan warga.

    Jembatan besi yang memiliki lebar 4 meter dan panjang sekitar 80 meter tersebut, membentang diatas Sungai Komering. Merupakan akses warga menuju ke Desa Muara Kumbang, Desa Kumbang Ulu, Segonang, Tanjung Alai, Kecamatan Kandis.

    Akibat ambruknya jembatan, membuat sebagian besar pelajar baik SD, SMP maupun SMA yang sekolah di pusat kota Kecamatan, kesulitan untuk pulang pergi.

    Pelajar terpaksa mengendarai motor memutar arah menyeberangi Sungai Komering menggunakan perahu ketek atau memutar dari Tanjung Mas, Kecamatan Rantau Alai sejauh 20 Kilometer. (Edi)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com