• Janazah Korban Kapal Tenggelam Tiba Di Pamekasan

    0

        Pamekasan, jurnalsumatra.com – Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Blaban Pamekasan, Jawa Timur, Mudakkir (46) yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Johor, Malaysia pada 23 Juli 2016, Sabtu, sekitar pukul 05.30 WIB tiba di rumah duka.
    Jenazah korban kapal tenggelam asal Dusun Perreng Manjeng, Desa Blaban Kecamatan Batmarmar itu dipulangkan dari Malaysia dengan menggunakan Pesawat Garuda Nomor Penerbangan GA 334.
    “Almarhun telah selesai dikebumikan tadi, sekitar pukul 07.40 WIB di pemakaman umum desa setempat,” kata Kepala Desa Blaban Sukriyanto kepada Antara per telepon, Sabtu siang.
    Sukriyanto, ikut menjemput secara langsung jenazah korban di Bandara Internasional Juanda Surabaya bersama perwakilan keluarga korban.
    Setelah tiba di bandara kemudian dilakukan proses serah terima oleh petugas Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Kepada pihak korban.

        “Saya sebagai kepala desa, mewakili keluarga korban dalam prosesi serah terima itu,” katanya, menjelaskan.
    Selanjutnya pada pukul 05.30 WIB, jenazah almarhum tiba di rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance bernomor polisi M-1852-NB milik Palang Merah Indonesia (PMI) dan dikawal oleh petugas Polsek dan anggota Koramil Tamberu, Pamekasan.
    Pihak keluarga korban sengaja meminjam mobil milik PMI Sampang, karena Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pamekasan, tidak bersedia memfasilitasi peminjaman mobil dengan dalih, tidak menerima laporan tertulis dari Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur, terkait adanya TKI asal Pamekasan yang meninggal dunia di perairan Johor, Malaysia itu.
    Sementara itu, tangis haru dan derai air mata para kerabat dan keluarga korban, sempat mewarnai kedatangan jenazah TKI korban kapal tenggelam itu.
    Sejumlah anggota TNI dari Babinsa Tamberu, telah menunggu kedatangan jenazah sejak dini hari dan mereka ikut membantu menguburkan jenazah.

        “Alhamdulillah proses pemakaman berlangsung aman dan lancar, dan pihak keluarga menerima atas kematian almarhum sebagai musibah,” ujar Pasi Intel Kodim Pamekasan Kapten Inf Darminto.
    Selain Mudakkir, TKI lainnya asal Pamekasan yang juga menjadi korban kapal tenggelam di Perairan Johor, Malaysia pada 23 Juli 2016 itu, Satrah (40) yang juga masih ponakan Madakkir.
    Hasil identifikasi petugas kepolisian Malaysia, Satrah selamat, tapi saat ini yang bersangkutan masih ditahan oleh polisi Malaysia, karena tidak mengantongi dokumen resmi sebagai calon tenaga kerja.
    Korban Kedelapan
    Berdasarkan cacatan Antara, kasus korban kapal tenggalam pengangkut TKI ilegal sebagaimana menimpa Mudakkir dan Satrah itu, bukan yang pertama kali terjadi.

        Pada September 2015, sebanyak enam TKI asal Pamekasan juga menjadi korban kapal tenggelam di Perairan Slangor Malaysia.
    Keenam TKI itu, semuanya asal Dusun Seccang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan yang ikut dalam kapal itu. Masing-masing bernama Punadi (35), Imam (34), Abd Hamid (55), Suna (50), Hosniyah (27) dan Hotimah (25).
    Dari enam orang ini, dua di antaranya selamat, yakni Punadi dan Imam, sedangkan empat TKI lainnya ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR Malaysia.
    Kala itu, kapal yang mengangkut WNI tersebut tenggelam di daerah Sabak Berenam, negara bagian Selangor, yaitu 10 mil dari pantai Malaysia karena kapal melebihi kapasitas muatan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com