• Jalan Provinsi Lahat – Pagaralam Kian Mengkwatirkan

    0

    jalan lahat pagaralamLahat, jurnalsumatra.com – Saat ini ruas jalan lintas Kabupaten Lahat – Kota Pagaralam, termasuk Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, kian mengkwatirkan. Oleh sebab itu, bagi pemudik agar lebih waspada saat melintas dijalur tersebut. Pasalnya, badan jalan penghubung tiga kota ini, banyak mengalami kerusakan.

    Jalur yang seharusnya diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sumsel ini, namun, dibiar begitu saja sehingga kerusakan pada badan  jalan kian parah. Karena, sampai saat ini, tidak pernah menjalani perawatan. Parahnya lagi, badan kiri kanan jalam sudah ditumbuhi oleh semak belukar yang mempengaruhi pandangan ketika hendak melintas dilokasi tersebut.

    Ada beberapa titik jalur lintas tengah ini yang mengalami kerusakan diantaranya, di Desa Jati dan Kuba ada tiga titik kerusakan yang kian parah, lalu, di Desa Lubuk Sepang, terus sepanjang Desa Tanjung Sirih, dan Desa Pulau Pinang, Kabupaten Lahat.

    Dana perawatan tebas bayang yang dianggarkan oleh Pemerintah dalam setiap tahunnya menguap. “ dibeberapa titik lainnya juga mengalami kerusakan semakin parah. Oleh karenanya, agar pemudik harus ekstra hati-hati ketika melintas dijalur milik Pemprov ini,” ungkap Minsuri SH warga Desa Tanjung Mulak, Lahat, jumat (1/7/2016).

    Dijelaskannya, kerusakan badan jalan tersebut, diduga kuat faktur utamanya disebabkan oleh kendaraan milik beberapa perusahaan yang cukup terkenal di Lahat ini. Lantaran, kendaran itu, berkapasitas dengan angkutan galian C diatas 20 ton.

    “Untuk armada seperti truk dengan daya angkutan diatas 8 ton. Sehingga, kekuatan badan jalan tidak bias menahan, dan berujung mengalami kerusakan. Mulai dari berlubang, jalan tidak rata alias bergelumbang, karena setiap harinya jalur tersebut dilalui oleh kiendaraan yang melebihi ton. Jadi, sangat rentang dengan kerusakan,” pungkas Minsuri.

    “Kondisi di lapangan kami khawatirke nian, pas uwong lewat idak tau kalau bagian kiri jalan tanahnyo gampang longsor. Padahal kiri badan jalan merupakan jurang dengan kedalaman mencapai 25 meter. Ini jelas sangat membahayake. Kareno kecelakaan mobil masuk jurang pernah terjadi tahun 2006 lalu, 14 uwong ninggal. Jalan ini jugo satu-satunyo jalan bagi kami menuju Manna, untuk jual hasil pertanian kami, jugo ngambek barang dari sano.” Ungkap Hermanto (47), warga Tanjung Sakti Pasma Ulu Manna Ilir (Pumi), ditemui beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, setiap kali turun hujan, ruas jalan lintas yang berada di wilayah Desa Pulau Timun, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat tersebut, selalu terjadi lonsongsor. Padahal pengguna ruas jalan ini cukup ramai. Karena warga Kabupaten Bengkulu Selatan, yang ingin menuju Sumsel, hanya menggunakan jalan tersebut. Longsor yang terjadi bukan saja tanah, melainkan tumpukan batu sering menutupi badan jalan.

     “Selamo ini kalo uwong nak lewat, tepakso kami bersihke dulu jalan ini. Jelas kami jugo idak biso begawe bae, setiap mobil atau motor yang lewat kami tarik pungutan. Itu kalo kami bersihke bekas longsor. Kalau rumput nutupi badan jalan, kami dak biso nak gawekenyo, kalo kami jugo nak bersihkenyo panjang nian.” Tambah Hermanto.

     Kekhawatiran terjadi kecelakaan juga diungkapkan salah satu sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) jurusan Manna – Palembang, Rahman (42). Menurutnya, selain semak belukar dan tanah longsor, pohon tumbang menutupi badan jalan sering menjadi penghambat arus lalu lintas. Bila hal ini dibiarkan, tindak menutup kemungkinan akses Lahat-Manna ini akan putus.

    “Kami khawatir melintasi jalan ini saat malam hari, jalannya sempit, juga banyak jebakan. Bisa-bisa masuk jurang, dan memakan korban jiwa,” ungkapnya.

    Untuk diketahui serta mengingatkan, tahun 2006 lalu 14 nyawa melayang akibat bus AKAP  yang melaju dari Kota Pelembang menuju Manna terjun bebas kedalam jurang sedalam 25 meter. Kejadian tersebut terjadi akibat pohon tumbang menutupi badan jalan, membuat sopir bus nekad menyisiri pinggir jurang. Tanpa disadari tanah yang dijadikan jalan itu turun, hingga mobil bermuatan 15 orang itu langsung terjun.

    Terpisah, ketika dikonfirmasi Kepala Dinas PU Kabupaten Lahat, Ir Herman Qumar MM, dirinya tidak menepis keadaan ruas jalan itu. Bahkan, dia mengakui sering melakukan pemantauan langsung di wilayah Tanjung Sakti Pumi. Dengan alasan status jalan tersebut jalan provinsi, Pemkab Lahat tidak dapat berbuat banyak. Tetapi untuk melakukan perbaikan bersifat membantu Pemprov Sumsel, tetap dapat dilakukan. Kerusakan jalur ini, juga dialami dibeberapa Desa yang masuk wilayah Lahat,

    “Akan terus kita pantau, demi keamanan bagi pemudik yang akan berlebarah di tahun ini. Kita juga tidak bias berbuat banyak, karena jalan itu milik Provinsi. Namun, contohnya, seperti mengalami longsor jelas kita yang uatama akan turun, kami hanya membuka badan jalan yang tertutup saja, kalau membersihkan secara keseluruhan bukan tanggung jawab kami. Memang ada kecelakaan di daerah Pulau Timun beberapa tahun lalu, belasan orang meninggal. Namun, untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi ke Provinsi,” ujar Herman. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com