• Isu Terorisme Dominasi Pembahasan Retreat KTT-ASEM KE-11

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com- Pembahasan berbagai isu global dalam sesi retreat Konferensi Tingkat Tinggi “Asia-Europe Meeting” (KTT ASEM) ke-11 didominasi dengan isu-isu tentang terorisme, menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Senin.
    Pada hari kedua KTT ASEM ke-11 di Ulan Bator, Mongolia, pada 16 Juli 2016 itu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri sesi retreat dengan didampingi oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir. Pertemuan itu juga dihadiri oleh para pemimpin negara anggota ASEM lainnya.
    Sesi retreat tersebut bertema “Meningkatkan Tiga Pilar ASEM”, yakni pilar politik, ekonomi, dan sosial budaya.
    Sesi Retreat KTT ASEM membahas berbagai isu, antara lain mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), migrasi, terorisme serta isu-isu keamanan dan perdamaian di kawasan. Isu terorisme mendominasi pembahasan dalam sesi retreat tersebut.
    Para pemimpin ASEM kembali menyampaikan keprihatinan dan mengutuk keras sejumlah serangan teroris yang terjadi di berbagai belahan dunia, khususnya di kawasan Asia dan Eropa, terutama untuk aksi teror yang baru saja terjadi di Nice, Prancis pada 15 Juli 2016.
    Selain itu, para pemimpin negara ASEM sepakat untuk lebih meningkatkan kerja sama internasional untuk menanggulangi terorisme dan penyelesaian hukum terhadap pelaku terorisme sesuai dengan piagam PBB dan hukum internasional.
    Pada kesempatan itu, Wapres RI menyampaikan pesan bahwa diperlukan upaya bersama untuk menangani aksi terorisme dari akar penyebab masalahnya (root causes).
    “Kita jangan hanya melihat kapan dan dimana suatu tindakan terorisme terjadi. Kita juga harus melihat lebih dalam akar permasalahan penyebab aksi teror tersebut,” ujar Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya.
    Pernyataan Wapres RI itu didukung oleh beberapa pemimpin negara-negara ASEM.
    Wapres Jusuf Kalla juga menyampaikan bahwa aksi terorisme saat ini telah meluas dari negara gagal (failed-state) ke negara-negara yang stabil.
    Untuk itu, kata dia, diperlukan kerja sama rekonstruksi pembangunan politik, ekonomi, dan sosial untuk menanggulangi akar permasalahan terorisme di negara-negara gagal tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com