• Identifikasi Investasi Bodong, OJK Bentuk Tim Satgas

    0
    Identifikasi Investasi Bodong, OJK Bentuk Tim Satgas

    Identifikasi Investasi Bodong, OJK Bentuk Tim Satgas

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Dalam upaya mengantisipasi maraknya penipuan yang berkedok invetasi dengan menawarkan keuntungan yang mengiurkan bagi masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan akan segara membentuk tim satgas yang akan launcing bulan depan, tim satgas ini akan melakukan identfikasi terhadap perusahaan jasa keungan yang resmi maupun bodong.

    “Pak Gubernur sudah setuju kalau Sumsel akan membnetuk tim satgas, dengan dengan adanya tim ini dapat mencegah maraknya penipuan yang dialami oleh masyarakat,”kata Kepala OJK Sumsel, Lukdir Gultom saat mengelar buka bersama dan sosialisasi mengenai tugas dan fungsi OJK dalam melindungi konsumen perusahaan jasa keuangan, di Gunz Café Kambang Iwak, jumat (2/6).

    Dikatakan Gultom, tim yang terdiri dari OJK, Bank Indonesia, Kepolisian, Kejaksaan dan lainnya akan melakukan identfikasi, setiap lembaga akan megirimkan dua sampai 4 anggota, dengan adanya tim satgas ini dapat memantau langsung mana yang legal mana yang resmi.

    “berapa banyak perusahaan yang bodong belum dapat kita data, kare Tim Satgas belum dibentuk, kalau untuk berapa banyak kami tidak mau koementar, kita lihat saja nanti,”ujar Gultom.

    Menurut Gultom banyak msyarakat yang menjadi korban invetstasi bodong tidak lain karena tergiur dengan tawarkan yang dijanjikan hingga mencapai 10 persen keuntungan yang diraup, dan masyarakat yang menjadi korban invetasi bodong karena inggin cepat kaya tapi tidak bekerja.

    Dalam kesempatan tersebut OJK Sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat agar tidak dirugikan oleh perusahaan jasa keuangan, Lukdir Gultom pada kesempatan itu menjelaskan fungsi edukasi dan perlindungan konsumen merupakan pilar penting dalam sektor jasa keuangan.

    Edukasi bersifat preventif atau pencegahan dibutuhkan sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat selaku konsumen dari lembaga/perusahaan jasa keuangan.

    Perlindungan konsumen dilihat sebagai penyelesaian pengaduan dan sengketa antara konsumen dengan lembaga jasa keuangan.

    Sesuai ketentuan pemberian fasilitas penyelesaian pengaduan konsumen oleh OJK dilakukan terhadap pengaduan yang berindikasi sengketa di sektor jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (1) UU Otoritas Jasa Keuangan dan Regulasi Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

    Berdasarkan Pasal 40 ayat (1) UU tersebut konsumen dapat menyampaikan pengaduan yang berindikasi sengketa antara pelaku usaha jasa keuangan dengan konsumen kepada OJK, konsumen dan atau masyarakat dapat menyampaikan pengaduan yang berindikasi pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan kepada OJK, katanya.

    Dia menjelaskan, pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disampaikan kepada OJK dalam hal ini anggota Dewan Komisioner yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen.

    Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri puluhan mahasiswa dari Universitas Bina Darma, aktivis Dompet Dhuafa, Komunitas Drone Palembang, dan sejumlah komunitas otomotif seperti Daihatsu Xenia Indonesia Club (DXIC), Avanza Xenia Indonesia Club AXIC, dan Sriwijaya Honda Owner Team, tampil sebagai pembicara Kepala OJK Kantor Regional VII Sumbagsel Lukdir Gultom.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com