• Hot spot Mulai Menampakan Diri, Zero Smoke Terancam Gagal

    0
    yulizar dinoto

    Hot spot Mulai Menampakan Diri, Zero Smoke Terancam Gagal

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Memasuki musim kemarau Pemprov Suamtera Selatan terus mengoptimalkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karna memasuki musim kemarau ini,

    Berdasarkan pantauan satelit Aqua, terlihat titik api di lima wilayah Sumatera Selatan. Menurut sumber data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Pada tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen, titik api terdapat di kabupaten Pali, Musi Banyuasin,  Musi Rawas. Di Pali terdapat dua titik api yaitu wilayah Penukal Utara dan Penukal, di kabupaten Musi Banyuasin terdapat satu titik api yaitu wilayah Lais, sedangkan di kabupaten Musi Rawas terdapat dua titik api yaitu di wilayah Bulan Tengah Suku Ulu dan Muara Kelingi,

    Informasi dari pusat data ASEAN Specialist Meteorologycal Service (ASMC) tidak terpantau adanya sebaran asap. Potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari analisa parameter cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)”

    Namun Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yulizar Dinoto, berkilah memang benar terdapat beberapa titik api, tetapi itu di daerah mineral atau bisa saja cerobong asap idustri,”ujarnya”

    memasuki musim kemarau untuk mengantisipasi dan memadamkan kebakaran, saat ini pihaknya telah melakukan water bombing. “Setiap harinya ada dua pesawat yang kita operasikan untuk melihat hot spot yang ada,

    Lanjutnya Untuk pelaku pembakaran hutan dan lahan akan ditindak tegas dan diberikan sanksi serta hukuman, Siapapun yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan,

    Sementara itu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin juga menginstruksikan untuk segera dilakukan pertemuan membahas mengenai adanya titik api di Sumsel, “Kebakaran hutan dan lahan harus segera kita rapatkan masih ada hotspot,”

    Menurut Alex Noerdin, kebakaran lahan itu biasanya ada indikasi sengaja dibakar, “Jadi pak Wagub kita harus memberikan sanksi jangan ditegur-tegur saja,”tegasnya”(RN)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com