• Hasil Panen Petani Jagung Kabupaten Gorontalo Turun

    0

         Gorontalo, jurnalsumatra.com – Hasil panen petani jagung di Kabupaten Gorontalo untuk musim tanam kali ini, mengalami penurunan jika dibandingkan beberapa waktu sebelumnnya akibat serangan hama belalang.
    Anis Ismail, salah seorang ketua kelompok tani tanaman jagung di Kabupaten Gorontalo, Kamis, mengatakan untuk musim tanam tahun ini, petani tidak bisa berbuat terlalu banyak dengan hasilnya karena terjadi penurunan.
    “Untuk panen kali ini hasilnya turun drastis, bahkan ada petani yang tidak bisa melakukan panen akibat tanaman jagung diserang hama belalang,” Kata Anis.
    Dia menjelaskan, biasanya jika tanaman jagung tumbuh dengan baik, untuk  satu hektare lahan setiap panen bisa menghasilkan tiga hingga empat ton jagung, namun untuk musim tanam kali ini hanya bisa satu ton bahkan ada yang gagal sama sekali.
    Seleman Ali salah seorang petani jagung mengatakan bahwa hama belalang menyerang tanam jagung petani saat mulai tumbuh hingga siap panen, sehingga banyak yang mati karena hanya tersisa batang, sebab daunnya tidak ada lagi.

         “Banyak tanaman jagung yang baru berumur beberapa minggu, tidak bisa tumbuh lagi karena daunnya telah dimakan hama belalang,” kata Suleman.
    Selain itu, hama belalang juga menyerang tanaman jagung yang siap dan selesai berbuah, sehingga  tidak bisa berkembang dengan baik dan buahnya tidak bisa diharapkan lagi sebab sangat kecil-kecil.
    “Untuk dijadikan pakan ternak saja tidak bisa lagi, sebab serangan hama belalang tersebut hanya menyisakan batang jagung, daunnya yang dimakan,” Kata Suleman.
    Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi serangan hama belalang tersebut, petani telah melakukan penyemprotan dengan pestisida namun tidak efektif, karena begitu racunnya habis maka daunnya jagung akan diserang untuk dimakan.
    Petani mengharapkan, agar pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian baik Kabupaten maupun Provinsi Gorontalo untuk segera mengatasi masalah ini, dengan memberikan obat untuk membasmi hama belalang tersebut.
    “Kami sangat kewalahan untuk membasmi belalang ini, apalagi serangan banyak terjadi pada malam hari,” kata Suleman.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com