• Gubernur: Waspadai Terorisme Dengan Tamu “Wajib Lapor”

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya meminta seluruh bupati dan wali kota di provinsi tersebut untuk mewaspadai pergerakan terorisme dengan mewajibkan para tamu baru wajib lapor.
    “Saya sudah sebarkan Surat Perintah kepada bupati dan wali kota di NTT  agar bisa tindaklanjuti ‘wajib lapor’ para tamu ini melalui aparat RT dan RW di masing daerah,” kata Gubernur Frans Lebu Raya dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan bupati dan wali kota wilayah itu bersama Forkopindanya di Kupang, Kamis.
    Menurut dia, modus pergerakan terorisme akhir-akhir ini mulai banyak dan beragam. Tidak hanya dengan ancaman atau serangan menggunakan bom, tetapi juga bisa menggunakan pisau atau kendaraan besar yang menabrakan ke arah kumpulan orang-orang sebagaimana yang terjadi di dunia barat.
    Hal serupa bukan tidak mungkin bisa terjadi di daerah ini. Karena itu dibutuhkan kewaspadaan setiap kepala daerah dan seluruh jajaran serta semua warga masyarakat yang ada di daerah ini.
    Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berkarakter kepulauan ini tentu memiliki banyak pintu masuk dari berbagai daerah tentangga, termasuk dari negara seberang melalui laut, udara maupun darat.
    Kerja sama dan koordinasi antara pimpinan di daerah serta seluruh masyarakat wajib dilakukan, untuk kepentingan membendung masuknya paham yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila itu.
    Setiap aparat RT dan RW di masing-masing daerah, diharap bisa melakukan tugas-tugasnya memantau setiap tamu baru di wilayah kerja masing-masing agar bisa terdeteksi sejak awal.
    “Diwajibkan bagi tamu agar melaporkan dirinya ke RT atau RW dalam rentang waktu 1×24 tinggal di daerah itu. Ini instruksi agar dilakukan di daerah,” katanya.

         Gubernur dua periode itu mengatakan, jujur kewaspadaan harus benar-benar dilakukan karena di Kota Kupang saat ini telah ada narapidana teroris yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II. “Kita patut waspadainya. Apalagi beberapa waktu lalu ada penangkapan satu terduga teroris di Labuan Bajo. Ini wajib diwaspadai dengan benar,” katanya.
    Politisi PDIP itu mengaku, memiliki prinsip hidup dengan memaklumkan nilai-nilai dasar Pancasila saja, sehingga tidak akan memberikan izin bagi paham radikal yang bertolak belakang dengan azas Pancasila itu.
    “Saya tidak akan berikan izin bagi kelompok yang bertentangan dengan nilai dan semangat Pancasila. Sudah pasti tidak akan ada tempatnya di NTT ini,” katanya.
    Terhadap kondisi kepulauan yang ada dan tersebar di seluruh lautan NTT ini, Frans Lebu Raya meminta daerah untuk terus menjaganya dengan melakukan patroli bersama.
    “Datangi juga pulau yang tidak dan belum berpenghuni agar bisa terlacak untuk mengantisipasi berbagai hal. Siapa sangka pulau-pulau itu dijadikan tempat latihan para teroris,” katanya.
    Seluruh warga di provinsi seribu pulau ini diharapkan bisa bekerja sama dengan aparat dan melaporkan terjadinya pergerakan dari sejumlah orang baru, yang bisa berdampak kepada keamanan dan ketenteraman agar bisa segera diselesaikan.
    “Segera dilaporkan ke aparat kepolisian atau TNI jika diketahui ada pergerakan atau orang yang mencurigakan, biar bisa diselesaikan,” katanya.
    Wali Kota Kupang Jonas Salean terpisah mengaku telah memerintahkan setiap RT dan RW melalui kelurahan yang ada di enam kecamatan daerah itu untuk melakukan instruski Gubernur NTT itu.
    Bukan hanya itu, secara mandiri, Pemerintah Kota Kupang juga telah meminta kepada warga untuk mengaktifkan kembali pos siskamling, sebagai bagian dari budaya dan semangat kerja sama keamanan dan ketertiban bersama warga.
    “Kita mau hidupkan lagi partisipasi warga dalam menjaga kondisi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat,” kata Jonas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com