• Gubernur NTT Minta Daerah Waspadai Bencana

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya meminta seluruh kepala daerah di provnsi berbasis kepulauan itu untuk mewaspadai bencana yang kapan saja bisa datang melanda daerah itu.
    “Ini sudah masuk kemarau dan dalam beberapa hari ini angin bertiup sangat kencang, jadi harus diwaspadai karena bencana bisa saja terjadi,” kata Frans Lebu Raya dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis.
    Menurut dia, Nusa Tenggara Timur sangat rawan dengan bencana, terutama jika memasuki musim kemarau seperti saat ini.
    Berbagai fenomena dan kejadian yang biasa terjadi seperti, kekurangan dan krisis air bersih, gagal panen karena gagal tanam, musibah di lautan bagi nelayan karena angin kencang serta sejumlah bencana lainnya tidak bisa diduga kapan datangnya.
    Karena itu kewaspadaan daerah penting untuk menjadikan pemerintah di daerah mengantisipasinya. Termasuk menyediakan sejumlah hal yang bisa mengatasi kesulitan dan opersoalan yang ditimbulkan jika terjadi bencana.
    Alokasi anggaran penanganan bencana di masing-masing daerah, kata Gubernur NTT dua periode itu sudah harus ada dan tersedia, sehingga tinggal dimanfaatkan saat terjadi bencana.
    Masyarakat terkena dampak bencana, harus menjadi perhatian serius bagi kepala daerah melalui jajaran pemerintah daerah, demi keberlangsungan hidupnya.
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPBD-NTT) Tini Thadeus mengaku secara kelembagaan telah meminta seluruh badan penanggulangan bencana di kabupayen dan kota untuk siaga bencana.

         Alokasi anggaran untuk penanggulangan menjadi kewenangan daerah melalui badan penanggulangan daerahnya.
    “Soal bencana itu perkara alam dan karena itu tidak bisa diprediksi. Kapan saja bisa datang dan menimpa siapa saja, karenannya butuh kewaspadaannya,” katanya.
    Wali Kota Kupang Jonas Salean terpisah mengaku telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang untuk membantu pemenuhan air bersih warga di 51 kelurahan yang ada di wilayah ibu kota Provinsi NTT itu.
    Saat ini kata mantan Sekretaris daerah Kota Kupang itu, daerah itu sedang dilanda krisis air bersih karena kemarau panjang ini.
    Debit yang ada di sumber air baku yang dikelola PDAM Kota Kupang sudah tidak lagi sanggup memberikan pemenuhan bagi warga di enam kecamatan itu.
    “Karena itulah kami melalui BPBD membantu penyaluran air bersih menggunakan tangki ke setiap kelurahan sesuai kebutuhan masing-masing kelurahan,” katanya.
    Menurut dia, hal itu sudah dilakukan dalam dua tahun terakhir di musim kemarau untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan air bagi warga.
    Selain itu juga Jonas mengatakan telah memberikan imbauan kepada seluruh nelayan tangkap di daerah itu untuk berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca dengan angin kencang yang melanda daerah itu dalam sepekan terakhir.
    “Silahkan terus beraktivitas di laut tetapi harus tetap waspada dengan kondisi dan perubahan cuaca yang ada. Koordinasi terus dengan aparat dan BMKG agar bisa lebih mudah mendapatkan informasi yang benar untuk keberlanjutan aktivitasnya,” kata Jonas.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com