• GP Anshor Dukung KNPI Yang Direstui Pemerintah

    0

        Jayapura, jurnalsumatra.com – Gerakan Pemuda (GP) Anshor mendukung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang mendapat restu dari pemerintah, tidak berpihak dan ikut berpolemik kepada salah satu kubu.
    Pernyataan ini disampaikan oleh Pimpinan Wilayah GP Anshor Provinsi Papua dan Papua Barat, Amir Mahmud Madubun didampingi sekretarisnya Kumar di Kota Jayapura, Sabtu, guna mengklarifikasi pemberitaan beberapa hari lalu.
    “Yang perlu saya sampaikan terkait pemberitaan jumpa pers beberapa hari lalu dengan KNPI KLB di Papua, Bung Marthinus Werimon, saya mau menyatakan bahwa tidak ada instruksi dari Pimpinan Pusat GP Anshor terkait dukungan kepada KNPI KLB,” katanya.
    Menurut dia, DPP GP Anshor dan DPW Anshor Papua dan Papua Barat masih menunggu dan mengacu pada keputusan pemerintah pusat dalam hal ini lewat Menkumham atau Menpora, terkait dengan keabsahan KNPI yang sedang berpolemik atau terjadi dualisme kepemimpinan, KNPI versi Kongres XV di Papua dengan ketua Muhammad Rivai Darus dan KNPI versi KLB Jakarta dengan ketua Fahd El Fouz A Rafiq.
    “Kami dari GP Anshor tetap mengacu dari proses atau hasil yang telah ditetapkan oleh pemerintah, apakah dalam hal ini negara masih mengakomdasi KNPI dibawah Rivai Darus, atau bukan? GP Anshor akan tetap berada pada keputusan pemerintah,” katanya.
    Hal yang berikut, kata Amir, GP Anshor tidak akan terlibat dalam dualisme KNPI, namun memahami bahwa dinamika yang terjadi di dalam organisasi kepemudaan adalah hal yang wajar saja.
    “Akan tetapi seyogyanya bagi kami dengan adanya kehadiran KNPI KLB di Papua ini diharapkan, seluruh komponen pemuda, teman-teman OKP, DPD II KNPI, bisa secara bersama-sama mengintropeksi diri, membenah diri terkait dengan lebih mementingkan masa depan Papua kearah yang lebih baik, ketimbang berseteru yang tidak ada ujungnya,” katanya.

        Terkait dualisme KNPI hingga ke Papua, politisi muda Papua itu menyatakan atas nama GP Anshor  mengimbau kepada seluruh komponen pemuda di Bumi Cenderawasih untuk bertemu dan berembuk menyelesaikan perbedaan, sehingga pemuda Papua bisa bersatu kembali.
    “Lebih baik mari kita bergabung dalam satu wadah KNPI tidak dalam dualisme KNPI. Biarlah dualisme terjadi di Jakarta tapi di Papua cukup satu KNPI. Itu yang paling penting saya anggap,” katanya.
    Sementara, sikap yang sempat terlihat mesra bersama KNPI KLB versi Marthinus Werimon pada beberapa hari lalu, Amir mengatakan itu adalah bentuk penghargaan pribadinya kepada kubu tersebut, karena telah mempercayaikan salah satu kader terbaik GP Anshor sebagai sekretarisnya.
    “Tetapi bukan berarti GP Anshor memiliki keberpihakan kepada KNPI KLB. Itu hanya personality bukan kelembagaan. Berikutnya, apa yang kami lakukan selama berapa hari dengan Bung Marthinus Werimon sebagai bentuk wujud protes kepada kepemimpinan KNPI Bung Max ME Olua,” katanya.
    Kenapa? Karena Bung Max ME Olua tidak mampu mengakomodasi seluruh elemen potensi pemuda yang ada di Papua, baik OKP maupun DPD II KNPI, yang terkesan tercerai berai, tidak mampu disatukan dalam wadah KNPI yang idiologinya sebagai wadah berhimpun kepemudaan.
    “Semangat ini yang tidak mampu dilakukan oleh Bung Max ME Olua, karena itu apa yang kami lakukan beberapa hari ini adalah merupakan bentuk protes terhadap Bung Max Olua sebagai ketua KNPI. Kalaupun KNPI KLB laksanakan Musdalub belum tentu GP Anshor akan hadir, karena menunggu keputusan pemerintah,” katanya.
    “Atau saya simpulkan bahwa kami GP Anshor, menengahi keduanya, tapi kami protes kepada Bung Max, yang seharusnya mempu menata KNPI Papua dengan baik. Papua ini punya potensi luar biasa. Saya kira ini sudah waktunya mengaca pada diri masing-masing, apa yang seharusnya dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat lewat peran pemuda,” tambah Amir Mahmud Madubun.
    Senada itu, Kumar, menegaskan bahwa GP Anshor Papua dan Papua Barat tidak akan berpijak kepada salah satu kubu di KNPI.
    “Kami akan mendorong untuk mungkin ada upaya-upaya islah. Kalau kemudian terjadi dinamika seperti ini wajar, saya kira tidak perlu ada merasa di zolomi, tidak ada yang merasa dialah yang paling benar, ada baiknya bersatu. GP Anshor tetap berkomitmen pada keputusan pemerintah,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com