• Faktor Ekonomi Pemicu Timbulnya Radikalisme

    0
    Faktor Ekonomi Pemicu Timbulnya Radikalisme

    Faktor Ekonomi Pemicu Timbulnya Radikalisme

    Palembang, Jurnalsumatra.com – Gerakan radikalisme dan terorisme diyakini masih terus berkembang di Indonesia. Untuk memeranginya harus dimulai dari diri sendiri dan mengembangkan pola pikir pluralisme dan demokrasi serta saling menghormati antar agama.

    Demikian penggalan pemikiran dari Anggota DPD RI Hendri Zainudin saat menjadi narasumber dalam diskusi publik ‘Kemerdekaan Tanpa Radikalisme dan Terorisme’ di Nobu Cafe & Bistro, Sabtu (30/7).

    Menurut Hendri, radikalisme bukan bersifat fisik, tetapi berupa pemikiran. Artinya, radikalisme itu perang pemikiran dan faktor yang memicu radikalisme diantaranya ketimpangan ekonomi, perbedaan ideologi dan ketidakadilan.

    “Ada sejumlah cara untuk menanggulanginya, yakni membangkitkan kembali spirit dan nilai nilai pancasila, perbaikan metode dakwah oleh pemuka agama, meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya bela negara, dan adanya  upaya perbaikan dari pemerintah sesuai ideologi pancasila,” beber Hendri.

    Pemateri lainnya, Hernoe Roesprijadji SIP menegaskan perlunya restorasi makna jihad. Menurut ketua dewan pakar MPII Sumsel ini menilai pemaknaan terhadap konsep jihad menurut kaum jihadis jauh berbeda dengan pemaknaan jihad yang selama ini kita fahami. “Jihad yang mereka pahami adalah sebuah perang (qital), sementara bagi kita jihad akbar sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW adalah menahan hawa nafsu,” paparnya.

    Ditegaskan, konsepsi jihad dalam dunia modern saat ini yang paling relevan untuk dilaksanakan adalah membangun peradaban umat muslim, dengan pola-pola gerakan dan perjuangan dalam bentuk pemikiran, gerakan sosial, pendidikan, dan menjaga pemurnian aqidah Islam dengan tujuan memuliakan kalimat Allah SWT.

    “Bagi kita bangsa Indonesia seharusnya menyadari dan mampu memilah, antara agenda politik dengan agenda agama, karena belum tentu sama antara agenda menegakkan Islam dengan agenda menegakkan negara Islam,” ulasnya.

    Hadir juga sebagai pemateri dalam diskusi tersebut, Pasi Ter Kodim 1408 Palembang, HM Soberun. Peserta sendiri berasal dari forum jurnalis parlemen (FJP), OKP Karang Taruna, GP Ansor Sumsel, PMII Sumsel, PRD dan organisasi lainnya. “Saya sangat apresiasi dengan MPII, organisasi baru tapi menampilkan wajah dakwah pemuda baru yang sangat positif,” tutup KH Amri Siregar, waketum MUI Sumsel dalam sambutannya. (eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com