• DISPERINDAG: Warga Mampu Jangan Gunakan Elpiji Bersubsidi

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Virgojanti meminta warga mampu jangan  menggunakan gas elpiji kemasan tiga kilogram bersubsidi untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan.
    “Kami mengimbau mereka orang kaya agar tidak menikmati subsidi tabung gas elpiji kemasan tiga kilogram itu,” katanya di Lebak, Minggu.
    Selama ini, pendistribusian elpiji tiga kilogram berjalan lancar sejak dari pangkalan hingga pengecer yang  tersebar di 28 kecamatan.
    Namun, kerapkali pasokan gas elpiji bersubsidi tersebut mengalami kelangkaan sehingga menimbulkan kenaikan harga di pasaran.
    Pemerintah menyalurkan elpiji kemasan tiga kilogram bersubsidi tersebut diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, bukan untuk orang kaya.
    Harga eceran tertinggi gas bersubsidi tersebut yakni  Rp16.000/tabung.
    Masyarakat yang strata sosialnya baik atau kalangan orang kaya tidak berhak menggunakan elpiji gas bersubsidi tersebut.
    Untuk itu, pihaknya berharap mereka orang kaya memiliki kesadaran agar tidak menggunakan gas bersubsidi itu.
    Dia juga mengimbau orang kaya dapat memiliki budaya malu di tengah masyarakat agar tidak membeli tabung gas bersubsidi.
    Selain itu juga mereka membeli gas bersubsidi mengambil hak orang lain yakni masyarakat miskin.
    “Kami yakin jika orang kaya itu tidak menggunakan gas kemasan tiga kilogram bersubsidi dipastikan tidak terjadi kelangkaan,” katanya.
    Menurut dia, penggunaan gas elpiji bersubsidi itu tidak dibenarkan jika orang kaya membelinya.
    Sebab, pemerintah menyalurkan subsidi elpiji hingga triliunan rupiah itu untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
    Ia mengajak masyarakat dari kalangan orang kaya agar tidak menggunakan elpiji tiga kilogram bersubsidi.
    “Kami yakin orang kaya tidak menggunakan tabung gas bersubsibdi itu dipastikan tidak terjadi kelangkaan juga membantu masyarakat miskin sebagai hak penerimanya,” katanya.
    Ditempat terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Orok Sukmana mengatakan idealnya kuota elpiji tiga kilogram tersebut untuk masyarakat Lebak sebanyak tujuh juta tabung.
    Namun, kuota yang diberikan oleh PT Pertamina baru sebanyak enam juta tabung atau 18 metrik ton.
    Karena itu, PT Pertamina perlu merealisasikan penambahan kuota kekurangan sebanyak satu juta tabung itu.
    “Kami minta Pertamina dapat menambah kuota elpiji agar bisa tertasi kelangkaan di pasaran itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com