• Disparpora: Pentas Kesenian Tidak Dongkrak Jumlah Pengunjung

    0

         Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Dinas Pariwasata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengakui kegiatan pentas kesenian tradisional di enam lokasi objek wisata tidak mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2016.
    Kepala Seksi Objek Wisata dan Sarana Pariwisata Disparpora Kulon Progo Kuat Tri Utama di Kulon Progo, Sabtu mengatakan, pihaknya menyelenggarakan kegiatan kesenian tradisional di Pantai Glagah, Waduk Sermo, Puncak Suroloyo, Pantai Congot, Gua Kiskendo, dan Pantai Trisik dari Jumat (8/7) sampai Minggu (10/7) secara bergiliran.
    “Berdasarkan hasil evaluasi dari tahun ke tahun penyelenggaraan pentas kesenian tradisional dan dangdut tidak mempengaruhi jumlah wisawatan. Kegiatan ini hanya menambah semarak objek wisata,” kata Kuat.
    Ia mengatakan sudah beberapa tahun terakhir, pihaknya tidak menyelenggarakan pentas dangdut karena hanya menimbulkan keruwetan, biaya keamanan tinggi, banyak terjadi perkelaian antarpengunjung, dan hasil retribusi tidak tambah banyak.
    “Pentas dangdut hanya besar diongkos, tidak mendongkrak jumlah kunjungan,” katanya.

         Kuat mengatakan Disparpora lebih memilih menyelenggarakan pentas kesenian pada hari-hari biasa. Seperti kerja sama dengan komunitas-komunitas yang ulang tahun, begitu juga dengan kelompok senam.
    Kerja sama seperti ini jauh mendongkrak kunjungan wisatawan dan pendapatan retribusi. “Kami sering melakukan kerja sama dengan komunitas dan kelompok senam. Mereka boleh menyelenggarakan berbagai kegiatan di objek wisata, dengan catatan tetap membayar retribusi,” kata Kuat.
    Lebih lanjut, Kuat mengatakan hari ini, lalu lintas di objek wisata, khususnya Pantai Glagah belum diberlakukan jalur searah. Jumlah pengunjung padat, merayap dan terkendali.
    “Jumlah pengunjung cukup banyak, tidak ada pengunjung yang lolos membayarkan retribusi,” katanya.
    Sebelumnya, kata Kuat, Disparpora telah memasang rambu-rambu peringatan di setiap objek wisata air dalam rangka mengantisipasi kecelakaan saat libur Lebaran 2016.
    “Pemasangan spanduk ini dan kerja sama dgn SAR Pantai Glagah, relawan tagana, Polsek Temon dan Polairud Glagah yang akan memantau  selama lebaran akan dapat dicegah terjadinya kecelakaan laut,” kata Kuat.
    Ia mengatakan wisatawan dari daerah Wonosobo, Muntilan, Magelang atau daerah sekitar Karesidenan Kedu yang tidak ada pantainya, biasanya tidak menyadari gelombang ombak laut dan adanya palung-palung laut pantai selatan yang sangat berbahaya.
    “Untuk mecegah bahaya jatuh korban akibat laka laut terseret ombak pantai selatan yang beberala waktu lalu terjadi air pasang laut dan gelombang ombak cukup tinggi atau tenggelam di waduk, maka dipasanglah rambu-rambu peringatan,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com