• Dinkes Pamekasan Bentuk Tim Deteksi Vaksin Palsu

    0

        Pamekasan, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan Jawa Timur membentuk tim khusus guna mendeteksi kemungkinan adanya peredaran vaksin palsu di sejumlah rumah sakit di wilayah itu.
    “Tim telah dibentuk beberapa hari lalu, mereka bertugas melakukan penelitian kemungkinan adanya peredaran vaksin palsu di Pamekasan ini,” kata Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey kepada Antara di Pamekasan, Jumat.
    Ismail menjelaskan tim telah melakukan suvei persediaan obat di sejumlah rumat sakit di Pamekasan, seperti Rumah Sakit Umum Daerah Pamekasan, serta sejumlah rumah sakit swasta yang ada di Pamekasan.
    “Sejauh ini kami memang belum menemukan adanya peredaran vaksin palsu. Tapi tim kami masih terus melakukan penyelidikan,” katanya.
    Ia menjelaskan selain melakukan penyelidikan ke rumah sakit yang ada di Pamekasan, tim nantinya juga akan memantau persediaan obat di sejumlah toko obat yang ada di Pamekasan.
    Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa Pamekasan benar-benar bebas dari peredaran vaksin palsu.
    “Ini kami lakukan karena peredaran vaksin palsu di masyarakat sebagaimana banyak diberitakan di berbagai media, jelas sangat meresahkan,” katanya.

        Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti sebelumnya mengatakan vaksin palsu telah beredar di tujuh provinsi di Indonesia dan pabrik vaksin palsu itu ada di beberapa tempat.
    Namun Badrodin enggan menyebutkan provinsi mana saja yang telah ada penemuan vaksi palsu. Ia hanya mengatakan penyidik Polri akan mengusut kasus itu hingga tuntas. Saat ini polisi terus menyelidiki kasus itu.
    Tidak ada perusahaan farmasi besar yang terlibat dalam kasus vaksin palsu karena yang terungkap masih bersifat skala rumah tangga.
    Polisi telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus praktik produksi dan peredaran vaksin palsu itu. Mereka memiliki peran berbeda. Ada yang berperan sebagai produsen, pengumpul botol vaksin bekas, pembuat label vaksin, distributor, kurir hingga tenaga medis.
    Terakhir, Polri menetapkan seorang bidan berinisial ME sebagai tersangka kasus vaksin palsu. ME ditangkap polisi di Ciracas, Jakarta pada Rabu (29/6) malam.
    ME berperan sebagai tenaga medis yang memberi suntikan vaksin ke bayi, sekaligus berperan sebagai distributor vaksin.
    Selain ME, ada dua orang lainnya yang turut ditangkap dalam operasi pada Rabu (29/6) malam. Namun dua orang yang ditangkap di lokasi berbeda itu masih diperiksa polisi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com