• Dinas : Kube Dapat Gulirkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Kepala Seksi Bimbingan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Lebak Endin Toharudin mengatakan penyaluran bantuan dana kelompok usaha bersama (Kube) dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.
    “Kami tahun ini mendapatkan bantuan dana Kube sebanyak delapan kelompok dari APBD Provinsi Banten dan 10 KUBE difokuskan di perkotaan melalui APBN,” kata Endin di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin.
    Penyaluran bantuan penguatan modal itu masing-masing menerima sebesar Rp20 juta per kelompok.
    Program Kube bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat kurang mampu dengan penguatan modal sehingga bisa keluar dari kemiskinan.
    Saat ini, pelaku usaha kecil di Kabupaten Lebak tumbuh pesat, namun mereka terkendala dengan permodalan.
    Karena itu, pemerintah menyalurkan bantuan penguatan modal untuk keluarga miskin agar mereka bisa meningkatkan pendapatan ekonomi.
    Mereka yang menerima bantuan dana Kube, yakni warga miskin yang memiliki ketrampilan juga usaha dalam skala kecil, seperti warung maupun kerajinan.
    “Saya yakin dengan penguatan modal ini diharapkan usaha mereka bisa berkembang,” katanya.
    Menurut dia, selama ini program Kube berjalan dengan baik berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan di lapangan.
    Bahkan, pengembangan Kube di Kabupaten Lebak terbaik kelima tingkat nasional karena beberapa kelompok usaha dinyatakan berhasil dan sukses dalam mengelola usahanya.
    Keunggulan Kube Lebak berhasil mengelola secara manajemen hingga membentuk kelompok usaha baru dengan dana dari pengembalian dana simpanan.
    “Kami memberikan apresiasi Kube ini karena mampu mengumpulkan dana simpanan untuk kelompok baru yang lainnya,” katanya.
    Ia mengatakan, pihaknya hingga kini mengawasi dana Kube dengan  melibatkan pengawasan dan pendamping dari unsur pekerja sosial masyarakat, tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaaan.
    Sebab program Kube bisa mengatasi kemiskinan dan pengangguran.
    Penerima bantuan Kube antara lain kelompok usaha bersama bidang peternakan, perikanan, pertanian, pedagang sayuran, dan warungan.
    “Kami minta masyarakat yang menerima dana Kube dapat dikelola dengan baik untuk menumbuhkan usaha mikro yang telah dikembangkannya,” katanya.
    Ia menyebutkan, Kementerian Sosial tahun ini fokuskan proyek percontohan eks Kube perkotaan yang berlokasi di Kelurahan Muara Ciujung Timur Rangkasbitung.
    Bantuan pilot project itu sebanyak 10 Kube perkotaan dengan mendapat bantuan sembilan bahan pokok atau sembako dari Perusahaan Umum Badan Logistik (Perum Bulog) dengan dijual di bawah harga pasaran.
    “Semua warung eks Kube itu dibeli oleh peserta PKH dan Jamsosratu,” ujarnya
    Ketua Kelompok Usaha Mina Tani Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Sajuhi mengaku pihaknya merasa terbantu dengan adanya bantuan dana hibah penguatan modal, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
    “Kami sebagai kelompok tani padi sawah sudah berhasil mengelola dana bantuan KUBE untuk peningkatan usahanya,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com