• Daftar Tunggu CALHAJ Padang Panjang 18 Tahun

    0

    Padang Panjang, jurnalsumatra.com – Kementerian Agama Kota Padang Panjang, Sumatera Barat mencatat sekitar 18 lagi umat Islam di daerah itu menunggu antrean untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.
    “Data sementara antrean masyarakat Padang Panjang untuk melaksanakan ibadah haji sudah sampai di tahun 2034 atau sekitar 18 tahun lagi,” kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Padang Panjang Syaiful Arifin di Padang Panjang, Senin.
    Ia menyebutkan, masyarakat yang sudah antre untuk menunaikan salah satu rukun Islam itu mencapai dua ribu orang lebih, belum lagi yang mulai mendaftar tahun ini.
    Menurut dia, daftar tunggu Calon Haji sampai 18 tahun itu terjadi karena tingginya minat masyarakat Padang Panjang dan sekitarnya untuk menunaikan ibadah haji.
    Daftar tunggu yang panjang tersebut, kata dia, terpaksa dilakukan karena kuota untuk keberangkatan haji yang ditetapkan pemerintah telah penuh setiap tahunnya.
    Ia mengatakan, pemerintah pusat menetapkan kuota keberangkatan haji untuk Sumatera Barat sebanyak 4.478 orang per tahun.
    “Dari jumlah itulah yang akan diperebutkan oleh setiap kabuapten/kota yang ada di Sumbar ini termasuk Padang Panjang,” sebutnya.
    Untuk mendapatkan kuota sebanyak-banyaknya, jelas dia, tergantung dari kecepatan masyarakat dalam mendaftar ke setiap pengurus keberangkatan haji.
    Untuk mengisi daftar tunggu haji tersebut, calon haji diberi persyaratan di antaranya berbadan sehat, berumur di bawah 80 tahun.
    “Selain itu, Calon haji terlebih dulu harus membayar biaya keberangkatan ke panitia penyelenggara haji,” ujarnya.
    Namun, kalau yang bersangkutan berhalangan pergi karena ada masalah, biaya tersebut akan dikembalikan tanpa potongan, katanya.
    Dia menyebutkan, data sementara calon haji yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini sebanyak 1688 orang. Mereka tergabung dalam kloter VIII.
    Dia mengimbau kepada calon haji untuk memasang niat dengan ikhlas dan meninggalkan beban permasalahan yang ada, termasuk menjaga kesehatan.
    Masyarakat Padang Panjang Yusneli menggap lamanya daftar tunggu untuk menunaikan ibadah haji itu tidak menjadi masalah, karena sudah diniatkan dari pertama.
    “Sampai kapanpun akan kami tunggu, yang penting sudah ada niat dan kemampuan keuangan yang mencukupi untuk biaya naik haji,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com