• Cegah Karhutla, PT Sampoerna Agro Libatkan 140 Penduduk Lokal

    0

    1e545ab9-4798-4cf3-8e46-9e4063352661KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com - Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PT Sampoerna Agro salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, melibatkan 140 penduduk lokal untuk penanggulangan Karhutla.

    Adapun 140 penduduk lokal tersebut tergabung dalam 21 Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang berasal dari 21 desa yang tersebar di 7 kecamatan untuk mengikuti pelatihan pencegahan dan penanggulangan karhutla serta sekaligus juga dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai seperti pompa air, alat pelindung diri beserta aksesoris lainnya untuk menjadi lebih efektif.

    Tujuh Kecamatan yang dimaksud meliputi Mesuji, Mesuji Raya, Pedamaran Timur, Lempuing Jaya, Pedamaraan, Sungai Menang dan Cengal.

    Parluhutan Sitohang, Managing Director PT Sampoerna Agro mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk keseriusan perusahaan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di Kabupaten OKI. “Kita juga menggandeng BPBD Kabupaten OKI, Bhabinkamtibmas Polres, Babinsa Kodim, Satbinmas Polres, dan tim Disaster Management Center,”katanya.

    Menurutnya, kegiatan tersebut dibagi di tiga lokasi yang dipusatkan di kebun Sumber Sawit Perseroan, (25-27Juli 2016), kebun Gading Jaya (26-28 Juli 2016) & kebun Limau Kesturi (28-30 Juli 2016) yang masing masing berlangsung secara stimulan selama tiga hari atau masing-masing 30 jam pelajaran dalam bentuk teori maupun praktik.

    Adapun materi yang diajarkan adalah seputar motivasi kesukarelawanan (volunterism), mitigasi kebencanaan, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), evakuasi, pemetaan partisipatif titik rawan api, sumber air dan fasilitas publik, dilanjutkan simulasi pemasangan alat damkar dan simulasi/praktik pemadaman api serta kesemaptaan ringan bersama tim security Perseroan.

    “Karhutla saat ini bukan hanya menjadi konsen Pemerintah, Kepolisian, TNI atau pelaku usaha seperti kami, namun termasuk masyarakat dan Desa juga melalui KTPA ini dituntut peran aktifnya, setidaknya dalam mengamankan desa sendiri tanpa harus menunggu lama bantuan dari berbagai pihak jika ada musibah kebakaran di lingkungannya, mari kita jaga udara bersih tanpa asap! Stop pembukaan lahan dengan cara dibakar,” tegas Parluhutan Sitohang.

    Sementara itu, Sabuk (40) peserta KTPA dari Desa Pagar Dewa, Kecamatan Mesuji mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.

    Menurutnya, desa pagar dewa terbilang cukup rawan kebakaran lahan khususnya milik masyarakat, melalui pelatihan 3 ini ditambah adanya dukungan alat mesin pemadam untuk Desa, juga terbangunnya pola koordinasi dengan muspika dalam dirinya mengaku lebih siap mengantisipasi terjadinya karhutla. “Kami selaku KTPA, Insha Alloh lebih antisipatif dan siap, dan saya juga mengapresiasi PT Sampoerna Agro yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.

    Camat Mesuji, Mukhlis, SE juga mengajak para KTPA untuk terus menanamkan rasa peduli dan jiwa kesukarelawanan dengan terlibat aktif dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla di Desa masing masing. “ Kita berharap sesuai instruksi pemerintah Kabupaten OKI terbebas dari asap,”ungkapnya. (ATA)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com